Setelah
berbagai upaya gagal dilakukan untuk menarik perhatian para peziarah
datang ke Yaman. Pilihan terakhir pun diambil: menghancurkan sang
pesaing! Ka’bah di Mekah yang ketika itu menjadi tempat tujuan para
peziarah mencoba dirobohkan. Ya, itulah yang dilakukan Abrahah, raja
yang dengan segala kekayaan dan kelebihannya ingin mengalihkan pusat
ziarah dari Mekah ke Yaman. Abrahah membuat bangunan megah dan indah
berharap dengan itu orang-orang akan tertarik, tetapi tetap saja
sia-sia. Ka’bah tetap memiliki daya tarik tersendiri. Sebab berziarah ke
Ka’bah memang menjadi syariat yang telah ditetapkan. Bangunan yang
didirikan Nabi Ibrahim.
Dalam penyerangan yang dilakukan tepat ketika Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan itu memang mengandung keganjilan sekaligus keajaiban. Ganjil karena Abrahah dan bala tentaranya mengendarai hewan yang tidak biasa: Gajah (Al Fiil). Ajaib, karena pada akhirnya datang pertolongan Allah untuk menyelamatkan Ka’bah, sekumpulan burung Ababil menghancurkan kegagahan Gajah.
Mengapa Abrahah memilih Gajah? Padahal semua orang tahu, hewan yang familier di Padang Pasir adalah unta dan kuda. Tetapi bukan itu yang dipilih Abrahah. Secara fisik, Gajah melambangkan kegagahan dan kebesaran. Inilah rupanya yang hendak diambil oleh Abrahah, ia ingin tampil gagah dengan mengendarai gajah. Tetapi ia lupa bahwa kegagahannya tak berarti apa-apa di hadapan Allah!
Dalam penyerangan yang dilakukan tepat ketika Rasulullah Muhammad SAW dilahirkan itu memang mengandung keganjilan sekaligus keajaiban. Ganjil karena Abrahah dan bala tentaranya mengendarai hewan yang tidak biasa: Gajah (Al Fiil). Ajaib, karena pada akhirnya datang pertolongan Allah untuk menyelamatkan Ka’bah, sekumpulan burung Ababil menghancurkan kegagahan Gajah.
Mengapa Abrahah memilih Gajah? Padahal semua orang tahu, hewan yang familier di Padang Pasir adalah unta dan kuda. Tetapi bukan itu yang dipilih Abrahah. Secara fisik, Gajah melambangkan kegagahan dan kebesaran. Inilah rupanya yang hendak diambil oleh Abrahah, ia ingin tampil gagah dengan mengendarai gajah. Tetapi ia lupa bahwa kegagahannya tak berarti apa-apa di hadapan Allah!
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2012/10/23445/al-fiil-di-padang-pasir/#ixzz29L3pshSM

Posting Komentar