Manusia diciptakan dalam bentuk yang sempurna. Salah satu
kesempurnaan yang Allah berikan adalah pada tangan kita. Ya, tangan
yang sehari-hari kita gunakan. Tangan mengandung unsur mekanika yang
begitu sempurna. Begitu sempurnanya, sampai-sampai tangan menjadi
inspirasi dalam bidang rancang bangun. Tangan yang begitu kecil
dibandingkan dengan tubuh kita secara keseluruhan, dapat mengangkat
beban yang beratnya jauh melebihi tangan bahkan tubuh kita sendiri.
Kekuatan tangan kita gunakan untuk mengangkat beban. Tangan menjadi
inspirasi bagi persendian engsel dalam rancang bangun. Tangan pun
menjadi inspirasi dari beberapa alat bantu mekanika lain.
Begitu susah untuk mendesain suatu tangan, ketika manusia
berusaha pertama kali membuat tangan-tangan buatan. Didapat bahwa
persendian tangan manusia mempunyai gerakan yang hampir tidak terhitung
jumlahnya. Setiap hari kita melakukan gerakan yang hampir tidak
terhitung, yang mana semua gerakan itu ada yang sifatnya refleks atau
dalam hitungan detik dan ada yang memang kita inginkan untuk bergerak.
Koordinasi dari tangan dengan bagian lain dari tubuh kita
gunakan untuk berbagai pekerjaan sehari-hari. Tangan dapat kita putar
sehingga bisa untuk membuka sesuatu, seperti pintu, jendela, dan
lain-lain. Gerakan tangan pun begitu fleksibel dengan berbagai
persendian yang terdapat padanya. Kita dapat bergerak dengan leluasa.
Kita dapat leluasa menulis baik dengan pena maupun dengan keyboard. Saat
penulis, melakukan kegiatan menulis ini pun menggunakan tangan untuk
mengetik pada keyboard. Betapa murah hatinya Allah memberi kita berbagai
kemudahan dalam melakukan gerakan-gerakan seperti mengangkat,
mendorong, menarik, memutar, dan lain sebagainya.
Bukan hanya itu saja! Allah juga memberi kita indera
peraba yang paling peka pada kedua jari-jari atau ujung dari tangan
kita. Apa yang terjadi jika kita tidak bisa merasakan sesuatu. Apa yang
terjadi jika suatu benda yang tajam tidak terasa tajam, tentu setiap
hari badan kita akan terluka-luka. Apa yang terjadi jika seorang yang
tidak mempunyai penglihatan tidak dapat meraba daerah sekitarnya. Jika
ia tidak mempunyai tangan, bagaimana ia akan menggunakan tongkatnya
untuk mencari jalan?
Dengan tangan kita pun dapat melakukan komunikasi. Bahkan
kadang gerakan tangan merupakan bahasa yang universal. Kita berjabat
tangan merupakan tanda universal bahwa kita memberikan pesan perdamaian.
Kita menadahkan tangan merupakan tanda meminta, kita memberi pun dengan
gerakan tangan. Seorang yang tuli pun dapat menggunakan gerakan tangan
untuk berkomunikasi dengan orang lain.
Berbagai kegunaan dan kemudahan telah Allah berikan
melalui tangan yang Ia ciptakan untuk kita. Bagaimana kita memanfaatkan
maha karya Ilahi ini? Tentu dengan sebanyak mungkin menggunakan demi
kemaslahatan kita bersama. Lalu seperti apa yang terjadi sekarang,
apakah kita sudah melakukan itu? Hmmm... belum sepenuhnya. Kita masih
melihat mereka yang menggunakan tangan untuk mencuri. Kita masih melihat
mereka yang menggunakan tangannya untuk menyakiti orang lain. Kita
masih melihat mereka yang menggunakan tangan menindas orang yang lemah.
Kita masih melihat tangan yang digunakan untuk korupsi. Kita masih lihat
tangan-tangan berbuat jahil. Kita masih banyak melihat tangan yang
menengadah di bawah, tapi tangan yang di atas sama sekali tidak memberi.
Apa yang terjadi jika suatu karya seni tidak digunakan
semestinya? Tentu sang pembuat akan merasa terhina dan merasa bahwa apa
yang telah dibuatnya telah diselewengkan. Apalagi Allah, Sang Pencipta,
yang telah menciptakan tangan dengan sempurna. Bisa kita lihat balasan
orang yang tidak mensyukuri tangannya pada ayat berikut:
"Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri,
potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka
kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana. Maka barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri
itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka
sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun
lagi Maha Penyayang." (Qur'an Al-Ma'idah:38-39)
Allah tetap memberi kita wadah untuk memperbaiki diri.
Marilah kita bertobat, dan kita syukuri nikmat yang Allah telah berikan
melalui kesempurnaan tangan ini untuk membantu sesama. Wallahu'a'lam bishshawab

Posting Komentar