Oleh :
Rojikin, Ketua Bidang Kaderisasi DPC PKS Banguntapan
Di
antara waktu yang penuh keberkahan adalah pagi hari, menjelang Subuh dan
setelah shalat Subuh. Udara yang sejuk dan segar, pikiran bening, hati yang
teduh, membuat suasana jiwa yang nyaman untuk melakukan aktivitas kebaikan.
Sayang, jika waktu emas tersebut dihabiskan untuk tidur. Apalagi di bulan
Ramadhan ini, banyak kita jumpai kaum muslimin yang kembali tidur usai makan
sahur, bahkan shalat Subuh pun kesiangan.
Memang
tidak ada larangan secara tegas tentang tidur setelah Subuh, akan tetapi kita
juga tidak menemukan contoh Nabi Saw dan para sahabat tidur setelah Subuh.
Berikut kita lihat berbagai contoh kegiatan di zaman Nabi Saw dan para sahabat
dalam memanfaatkan waktu setelah shalat Subuh.
1. Nabi Saw terbiasa di masjid hingga matahari terbit.
Dari
Sammak bin Harb, aku bertanya kepada Jabir bin Samurah, “Apakah anda sering
menemani duduk Rasulullah Saw?” Jawaban Jabir bin Samurah, “Ya, sering.
Rasulullah Saw tidaklah meninggalkan tempat beliau menunaikan shalat shubuh
hingga matahari terbit. Jika matahari telah terbit maka beliau pun bangkit
meninggalkan tempat tersebut. Terkadang para sahabat berbincang-bincang tentang
masa jahiliah yang telah mereka lalui lalu mereka tertawa-tawa sedangkan Nabi Saw
hanya tersenyum-senyum saja mendengarkan hal tersebut” (HR Muslim).
2. Nabi Saw mendoakan umatnya agar mendapatkan keberkahan di
waktu Subuh.
Nabi Saw
berdoa kepada Allah agar Allah melimpahkan keberkahan untuk umatnya di waktu
pagi. Dari Shakhr al Ghamidi, Rasulullah Saw berdoa, “Ya Allah, berkahilah
umatku di waktu pagi”.
3. Nabi Saw terbiasa mengirim pasukan di waktu Subuh.
Shakhr
al Ghamidi berkata, “Kebiasaan Nabi Saw jika mengirim pasukan perang adalah
mengirim mereka di waktu pagi”.
4. Pedagang sukses karena terbiasa mengirim barang dagangan
di waktu Subuh.
Shakhr
al Ghamidi adalah seorang pedagang. Kebiasaan beliau jika mengirim ekspedisi
dagang adalah memberangkatkannya di waktu pagi. Beliau berhasil menjadi kaya
dan mendapatkan harta yang banyak dari perdagangannya. Kisah ini diriwayatkan
oleh Abu Daud, Tirmidzi dan Ibnu Majah, serta dikuatkan oleh Ali, Ibnu Umar,
Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud dan lain-lain.
5. Para sahabat melarang tidur setelah Subuh
Dari
‘Urwah bin Zubair, beliau mengatakan, “Dulu Zubair melarang anak-anaknya untuk
tidur di waktu pagi”.
Urwah
mengatakan, “Sungguh jika aku mendengar bahwa seorang itu tidur di waktu pagi
maka aku pun merasa tidak suka dengan dirinya” (diriwayatkan oleh Ibnu Abi
Syaibah dengan sanad yang sahih).
Dari
berbagai contoh di atas, kesimpulannya adalah lebih utama menggunakan waktu
setelah shalat Subuh untuk melakukan aktivitas kebaikan. Mengaji Al Qur’an, membaca
doa dan wirid, membaca buku, olah raga, membersihkan rumah dan halaman,
mengurus ternak, mengurus sawah ladang, membersihkan motor atau mobil, memulai
aktivitas perdagangan, dan lain sebagainya.
Apalagi
para aktivis dakwah, waktu pagi hendaknya dimanfaatkan untuk berbagai kebaikan,
bukan habis untuk bermalasan di tempat tidur.

Posting Komentar