oleh : SETIYA
(Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPW PKS DIY)
Berbicara tentang pemenangan, setidaknya ada dua logika yang bisa kita
bangun. Pertama adalah logika keimanan, bahwa kemenangan hakekatnya
adalah pemberian dari Allah SWT. Yang kedua adalah logika kauniah (hukum
alam) bahwa kemenangan hanya akan diberikan kepada mereka yang telah
memenuhi syarat-syarat kemenangan.
Pertama, kemenangan sebagai pemberian Allah SWT.
"Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di
bumi (Mesir) itu, dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan
mereka orang-orang yang mewarisi (bumi),
dan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi dan Kami perlihatkan kepada Fir‘aun dan Haman bersama bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka" (Al Qashas (28) : 5-6)
dan Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi dan Kami perlihatkan kepada Fir‘aun dan Haman bersama bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka" (Al Qashas (28) : 5-6)
Dalam ayat di atas Allah SWT menegaskan bahwa Dia-lah yang berkehendak
memberikan karunia kepemimpinan (kemenangan) kepada orang-orang yang Dia
kehendaki. Sekaligus mewarisi dan meneguhkan kedudukan.
Keyakinan ini menjadi kekuatan tersendiri bagi kita, pegiat partai
dakwah. Selama kita terus menjaga kedekatan kepada Allah SWT tentunya
kita tidak akan merasa sendiri. Tidak akan merasa berat dalam menghadapi
setiap tantangan perjuangan. Termasuk untuk memenangkan partai dakwah.
Oleh karena itu, menjadi sebuah kewajiban untuk setiap kader dan
pengurus partai dakwah ini menjaga hubungan baik dengan Allah SWT.
Dengan selalu menunaikan ibadah wajib dan ibadah nafilah (tambahan)
secara istiqomah, Bertanyalah di manakah kondisi kita dengan tilawah Al
Qur'an setiap hari. Di manakah kita dengan wirid harian pagi petang. Di
manakah kita dengan shalat fardhu berjama'ah. Di manakah kita dengan
shalat di sepertiga malam. Dan seterusnya.
Keyakinan kita akan pertolongan Allah SWT, dikarenakan kita sedang
menolong agama Allah SWT, menjadi modal penting untuk menghadapi
peperangan "jihad siyasi" 2014. Suasana ini perlu dibangun dalam setiap
level. Baik pribadi kader, pengurus, maupun secara keorganisasian
partai. Orisinalitas partai dakwah harus senantiasa dijaga. Sebagaimana
Visi PKS : Menjadi Partai Dakwah yang Kokoh dan Transformatif untuk
Melayani Bangsa". Kita adalah partai dakwah, meskipun kita juga partai
politik peserta pemilu.
Kedua, selain logika keimanan bahwa kemenangan sesungguhnya adalah
karunia dan kehendak Allah SWT, kita juga harus memenuhi syarat-syarat
kemenangan.
Dalam hal pemenangan pemilu ada sejumlah strategi dan pendekatan yang
akan menjadi jurus mujarab PKS. Strategi yang selalu orisinil, karena
setiap periode pemilu membutuhkan strategi yang berbeda. Strategi yang
akan menggerakkan seluruh potensi pemenangan. Baik kader, pengurus,
mesin partai, relawan dan faktor-faktor pemenangan lainnya.
Menurut Ustadz Anis Matta, strategi pemenangan pemilu itu ibarat pampers
bayi yang sekali pakai. Karena tidak ada satu teori yang bisa
menjelaskan secara presisi tentang pemenangan pemilu dari waktu ke
waktu. Setiap periode muncul teori baru.
Namun terlepas dari strategi operasional yang akan menjadi andalan PKS di 2014. Pemenangan harus dimulai dari kondisi "sakinah" para pengurus dan kader. Optimisme kemenangan menjadi modal besar untuk menjalankan strategi pemenangan. Kata "sakinah" digunakan dalam Al Qur'an lebih banyak dalam kontek peperangan.
Lihatlah Thariq Bin Ziyad membangun sakinah para pasukannya dengan
membakar seluruh kapal yang digunakan untuk menyeberangi samudra. Mundur
mati sia-sia, maju akan mendapatkan kemenangan atau kemuliaan mati
syahid. Atau apa yang disampaikan oleh panglima perang Khalid bin Walid
kepada pasukan musuh; "Kami datang untuk mencari kematian (syahid)
sementara anda datang untuk mencari penghidupan, bagaimana anda akan
mengalahkan kami?"
Insya Allah dengan landasan keimanan kepada Allah SWT dan keyakinan akan
kemenangan, kemudian dilanjutkan dengan amal yang sungguh-sungguh,
kemenangan itu akan datang kepada kita, Dan kita akan siap menerima dan
memaksimalkan setiap kemenangan untuk melayani umat dan bangsa.
Merdeka!!!
Allahu a'lam
(STY)

Posting Komentar