Assalamu'alaikum...

Beda Anak, Beda Potensi

daya ingat anak Beda Anak, Beda Potensi
SEORANG guru pernah bercerita bahwa di suatu hutan yang di dalamnya hidup berbagai satwa sedang diadakan sebuah pelatihan cara berenang, melompat dan terbang. Sebagaimana peraturan raja hutan, ketiga keterampilan itu harus dikuasai seluruh satwa yang hidup di hutan tersebut.
Pelatihan itu dimulai dengan berenang. Bebek, angsa, dan kura-kura mampu berenang dengan baik. Namun, saat giliran gajah berenang dia tidak bisa. Si gajah malah merepotkan semua satwa. Para satwa menolongnya yang hampir tenggelam.
Cerita diatas hanya fiktif belaka. Namun dari cerita diatas bisa disimpulkan bahwa setiap satwa Allah berikan keahlian khusus. Burung bisa terbang, ikan bisa berenang dan kelinci melompat. Jika kita melatih kelinci untuk berenang maka itu akan sulit sekali. Karena potensinya bukan itu.
Begitu juga dengan seorang anak. Setiap anak Allah berikan kelebihan masing-masing. Namun sayangnya, orang tua selalu memaksakan keahlian yang belum tentu potensinya. Banyak orang tua yang me-leskan kekurangan anak nya. Kenapa tidak me-leskan kelebihannya? Jika kelebihan yang dilatih bukan tidak mungkin ia akan cepat berkembang dan merasa nyaman didalamnya.
Fakta yang terjadi saat ini adalah anak-anak sudah menghabiskan waktu belajar di sekolah, ditambah harus mengerjakan PR yang banyak, juga ada kewajiban harus mengikuti les ini dan les itu. Tidak sedikit pula yang ikut les di guru kelasnya. Lho, ko di guru kelas. Emang di sekolah ngapain aja?
Kelebihan anak adalah hadiah dari Allah dimana itu kelak digunakan untuk menjadi modal ia mengarungi kehidupan sebagai khalifah di muka bumi ini. Anak tidak bisa dipaksakan untuk ahli dibidang yang ia tidak suka.
Sistem pendidikan kita yang menyajikan banyak mata pelajaran mengharuskan mereka untuk menguasai semuanya. Berbeda sekali dengan sistem yang berjalan di negara-negara maju. Mata pelajaran yang diajarkan di sana tidak sebanyak yang diajarkan di Indonesia.
Terlepas dari itu, kita sebagai orang tua harus memberi ruang kepada anak untuk melakukan hal yang mereka sukai. Selama yang ia sukai tidak melanggar aturan syar’i maka izinkanlah. Karena setiap anak itu memiliki potensi yang berbeda. [fha/islampos/berbagaisumber]
Share this post :

Posting Komentar

Postingan Populer

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

 
Support : dzulAceh | DownloadRPP | Abiba Smart
Copyright © 2023. Hanya Guru Biasa - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Modified by Guru Biasa
Proudly powered by Blogger