Jika di Bumi satu hari itu dilewati dalam 24 jam, maka di planet ini hanya butuh delapan jam untuk melewatkan waktu sehari.
Para astronom telah mengukur kecepatan putaran sebuah planet yang berada di luar Tata Surya bernama Beta Pictoris b. Dan hasilnya, planet yang berjarak 63 tahun cahaya dari Bumi itu hanya membutuhkan delapan jam untuk melewatkan waktu satu hari.
Catatan waktu yang sangat singkat itu berkat kecepatan putaran planet Beta Pictoris b yang mencapai 62.100 mil/jam atau setara dengan 100 ribu km/jam, demikian lansir Dailymail.
Ini adalah putaran tercepat dari planet lain yang berada di zona Tata Surya. Sebagai informasi, planet Jupiter memiliki kecepatan putaran 47 ribu km/jam, sementara kecepatan Bumi hanya 1.700 km/jam.
Beta Pictoris b memiliki ukuran 16 kali lebih besar dari Bumi dengan bobot 3.000 kali lebih berat dibanding planet yang kita huni ini.
Planet yang baru ditemukan pada tahun 2008 ini tercatat memiliki usia 20 juta tahun, jauh lebih muda ketimbang Bumi yang sudah berusia 4,5 miliar tahun.
Dr Remco de Kok, astronom dari Netherlands Institute for Space Research, Utrecht, Belanda, mengatakan, "Memang tidak diketahui pasti mengapa beberapa planet berputar cepat sementara planet lainnya berputar lebih lambat. Tapi pengukuran pertama rotasi planet Beta Pictoris b menunjukkan tren yang sama, planet yang lebih besar berputar lebih cepat pada planet lain."
Para astronom itu mampu mengukur kecepatan putaran planet dengan bantuan teleskop khusus. Dengan teknik penyebaran cahaya yang dipancarkan planet, teleskop mampu membagi cahaya dan perubahan frekuensi panjang gelombang yang berbeda dalam spektrum.
Perubahan frekuensi panjang gelombang itu memungkinkan para astronom mendeteksi gerakan dan kecepatan planet yang berbeda.
"Kami telah mengukur panjang gelombang radiasi yang dipancarkan planet Beta Pictoris b dan kami menemukan bagian berbeda dari permukaan planet bergerak menuju atau menjauh dari kami dengan kecepatan berbeda," tambah Ignas Snellen, profesor astronomi dari Leiden University, Belanda.
Hasil temuan para astronom Belanda ini juga telah dipublikasikan dalam Jurnal Nature.
Posting Komentar