
ORANG tua adalah model bagi anak. Anak yang tidak tahu apa-apa akan melihat segala gerak-gerik orang tuanya di rumah. Dengan kata lain orang tua harus memberikan contoh bagi anak. Harus memberi teladan sebagaimana Rasullah mengajarkan kepada kita melalui keteladanannya.
Dalam keluarga, seorang ayah tentu selalu menginginkan anaknya untuk bisa disiplin terhadap peraturan yang ada. Namun, terkadang orang tua baik ibu atau pun ayah salah dalam menerapkan cara disiplin pada anak. Berikut ini beberapa kesalahan umum yang dibuat seorang ayah ketika mendisiplinkan anaknya.
1. Membentak atau berteriak
Membentak mungkin cara yang efektif untuk membuat anak menurut, namun anak yang sering mendapat bentakan akan belajar bicara nada serupa. Anak akan tumbuh menjadi kasar.
Membentak mungkin cara yang efektif untuk membuat anak menurut, namun anak yang sering mendapat bentakan akan belajar bicara nada serupa. Anak akan tumbuh menjadi kasar.
2. Menuntut Tindakan Segera
Anak tidak akan menurut jika mendapat perintah “cepat kerjakan!” atau “Sekarang juga!”. Anda akan capek sendiri jika memerintah dengan nada yang menuntut. Sebaiknya lakukan dengan halus, namun tetap dengan tegas. Karena seorang ayah adalah model bagi anaknya.
Anak tidak akan menurut jika mendapat perintah “cepat kerjakan!” atau “Sekarang juga!”. Anda akan capek sendiri jika memerintah dengan nada yang menuntut. Sebaiknya lakukan dengan halus, namun tetap dengan tegas. Karena seorang ayah adalah model bagi anaknya.
3. Mengomel
Omelan sering muncul dari mulut orangtua yang mencoba tetap sabar. Mereka tidak ingin marah, namun berusaha menuntut anak melakukan perintahnya. Lebih baik Anda memberi batas waktu daripada mengomel.
Omelan sering muncul dari mulut orangtua yang mencoba tetap sabar. Mereka tidak ingin marah, namun berusaha menuntut anak melakukan perintahnya. Lebih baik Anda memberi batas waktu daripada mengomel.
4. Meremehkan atau memberi cap
Tanpa sadar orangtua sering meremehkan atau membuat anak malu. Tindakan ini dapat membuatnya kurang percaya diri dan merasa tidak aman. Contohnya, “Kamu ini sudah besar tapi kok seperti bayi?”.
Tanpa sadar orangtua sering meremehkan atau membuat anak malu. Tindakan ini dapat membuatnya kurang percaya diri dan merasa tidak aman. Contohnya, “Kamu ini sudah besar tapi kok seperti bayi?”.
5. Hukuman Fisik
Mendisiplinkan anak tidak mungkin diperoleh dengan hukuman fisik yang keras. Anak justru akan lebih kasar dan tidak hormat. Hubungan ayah dan anak bisa rusak. Lebih baik kita merenung apakah kita senang diperlakukan seperti itu saat kecil?
Mendisiplinkan anak tidak mungkin diperoleh dengan hukuman fisik yang keras. Anak justru akan lebih kasar dan tidak hormat. Hubungan ayah dan anak bisa rusak. Lebih baik kita merenung apakah kita senang diperlakukan seperti itu saat kecil?
Namun berbeda jika perkara yang dilanggar oleh anak adalah soal shalat. Anak yang berusia 10 tahun jika enggan melakukan shalat maka pukullah. sebagaimana Hadits Rasulullah SAW, “Ajarilah anak-anak kalian untuk shalat ketika mereka berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka ketika mereka berusia sepuluh tahun (bila tidak mau shalat)” (Shahih. Lihat Shahih Shahihil Jami’ karya Al-Albani). [fha/islampos/berbagaisumber]
Posting Komentar