Assalamu'alaikum...

Ancaman Maut di Balik Kisah Mistis Berbagai Tanjakan


Tanjakan Emen Ancaman Maut di Balik Kisah Mistis Berbagai Tanjakan
SIAPA yang tidak kenal Tanjakan Emen. Baik warga Subang atau Bandung pasti sudah sering mendengar tentang cerita tanjakan tersebut. Terlebih saat terjadi kecelakaan yang menimpa rombongan SMA Al-Huda Cengkareng Selasa (17/6/2014) lalu.
Tanjakan Emen kabarnya sering memakan korban. Setiap tahunnya ada saja kecelakaan yang terjadi disana. Beberapa tahun sebelumnya juga pernah terjadi kecelakaan disana. Kira-kira 2 tahun lalu sebuah bus pariwisata Dian Mitra yang mengangkut 23 orang juga mengalami kecelakaan di tanjakan tersebut.
Seringnya kecelakaan terjadi karena kondisi jalan yang memiliki kemiringan sekitar 45-50 derajat banyak dijumpai pengemudi sepanjang kurang lebih 2-3 kilometer perjalanan. Tanjakan ini juga memiliki tikungan tajam sehingga memaksa pengemudi untuk ekstra hati-hati.
Namun beredar kabar di masyarakat bahwa Tanjakan Emen menyimpan misteri. Kabarnya, Tanjakan Emen diambil dari nama seseorang yang pernah menjadi korban tabrak lari di area tersebut, saat itulah arwah Pak Emen menuntut balas pada setiap pengendara yang pernah melakukan tabrak lari.
Dalam Islam, hal semacam ini disebut dengan khurafat.
Apa sih khurafat itu? Kata khurafat berasal dari bahasa arab: al-khurafat yang berarti dongeng, legenda, kisah, cerita bohong, asumsi, dugaan, kepercayaan dan keyakinan yang tidak masuk akal, atau akidah yang tidak benar. Mengingat dongeng, cerita, kisah dan hal-hal yang tidak masuk akal di atas umumnya menarik dan mempesona, maka khurafat juga disebut “al-hadis al-mustamlah min al-kidb,” cerita bohong yang menarik dan mempesona.
Sedangkan secara istilah, khurafat adalah suatu kepercayaan, keyakinan, pandangan dan ajaran yang sesungguhnya tidak memiliki dasar dari agama tetapi diyakini bahwa hal tersebut berasal dan memiliki dasar dari agama. Dengan demikian, bagi umat Islam, ajaran atau pandangan, kepercayaan dan keyakinan apa saja yang dipastikan ketidakbenarannya atau yang jelas-jelas bertentangan dengan ajaran al-Qur’an dan hadis nabi, dimasukan dalam kategori khurafat.
Berdasarkan pengertian di atas, khurafat mencakup cerita dan perbuatan yang direka-reka dan bersifat dusta. Begitu juga dengan pemikiran yang direka-reka merupakan salah satu bentuk khurafat. Seperti halnya tanjakan emen itu. Misteri tanjakan emen tersebut hanya berdasarkan pemikiran-pemikiran masyarakat yang belum tentu kebenarannya. Oleh sebab itulah, tanjakan emen disebut sebagai khurafat. Dan khurafat itu sendiri, hukumnya adalah haram. Hal itu telah dijelaskan dalam al-Qur’an dan hadis Nabi SAW.
Pada zaman Jahiliyah, ada kepercayaan bahwa bulan Safar adalah bulan sial. Kepercayaan atau mitos tersebut langsung dibantah oleh Rasulullah SAW.
Bulan Safar adalah bulan kedua setelah Muharam dalam kalendar Islam (Hijriyah) yang berdasarkan tahun Qamariyah (perkiraan bulan mengelilingi bumi). Safar artinya kosong. Dinamakan Safar karena dalam bulan ini orang-orang Arab dulu sering meninggalkan rumah untuk menyerang musuh.
Kepercayaan bahwa Safar bulan sial atau bulan bencana masih saja dipercaya sebagian umat. Padahal, Rasul sudah menegaskan mitos itu tidak benar.
Salah satu amalan khurafat yang pernah muncul ialah “Pesta Mandi Safar.” Jika tiba bulan Safar, umat Islam mengadakan upacara mandi beramai-ramai dengan keyakinan hal itu bisa menghapuskan dosa dan menolak bala. Biasanya, amalan mandi Safar ini dilakukan pada hari Rabu, minggu terakhir dalam bulan Safar yang diyakini merupakan hari penuh bencana.
Amalan mandi Safar untuk tolak bala dan menghapus dosa itu merupakan kepercayaan penganut Hindu melalui ritual “Sangam” yang mengadakan upacara penghapusan dosa melalui pesta mandi di sungai. Umat Islam harus menghormati keyakinan mereka, tapi tidak boleh menirunya.
Hingga kini pun masih ada umat Islam yang tidak mau melangsungkan pernikahan pada bulan Safar karena percaya terhadap khurafat tersebut. Sebuah keyakinan yang dapat menjerumuskan kepada jurang kemusyrikan.
Kesialan, naas, atau bala bencana dapat terjadi kapan saja, tidak hanya bulan Safar, apalagi khusus banyak terjadi pada bulan Safar. Allah SWT menegaskan, “Katakanlah: Sekali-kali tidak akan menimpa kamu melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kamu. Dialah pelindung kamu, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal,” (QS. At-Taubah: 51 ).
Kepercayaan mengenai perkara sial atau bala pada sesuatu hari, bulan dan tempat itu merupakan kepercayaan orang jahiliyah sebelum kedatangan Islam.
Cerita seputar Jalur atau tanjakan angker bukan hanya di Tanjakan Emen saja, namun banyak juga tanjakan atau jalanan yang kerap kali memakan korban. Berikut rangkumannya.
1. Tol Cipularang Km 90 -100
Kita pasti masih ingat betul akan peristiwa yang menewaskan istri Saeful Jamil beberapa tahun yang lalu. Kabarnya di area ini sering terjadi kecelakaan. Penyebabnya pun beragam. Mulai dari kontruksi jalan dan letak geografis hingga cerita mistis yang berkembang di masyarakat.
Menurut pakar transportasi dari ITB, Prof. Ir. Ofyar Z Tamin Msc (eng), Phd bahwa mulai dari km 100 jalan agak menurun, sebagaimana diketahui jika jalan menurun akibat beban massa dari kendaraan tanpa kita sadari kecepatan semakin bertambah tinggi. “Selain itu saat mendesain dan membangun jalan ada yang disebut kecepatan rencana. Artinya kendaraan akan aman jika melaju baik saat memasuki tikungan atau jalan menurun berada di bawah kecepatan rencana.
cipularang Ancaman Maut di Balik Kisah Mistis Berbagai Tanjakan
2. Jalur Nagreg
Jalur Nagreg memang menjadi salah satu lokasi rawan kecelakaan setiap arus mudik berlangsung setiap tahunnya. Seperti yang kami kutip dari inilahkoran di jalur ini pernah terjadi tabrakan beruntun yang melibatkan 10 kendaraan. Kejadian itu dipicu rem blong dari bus penumpang umum. Bahkan hanya berselang tujuh jam sebelumnya, bus penumpang yang juga mengalami rem blong terguling di Turunan Cikaledong Nagreg. Beruntung, dalam insiden ini pun tidak menimbulkan korban jiwa.Di sekitar turunan yang berada di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
nagreg Ancaman Maut di Balik Kisah Mistis Berbagai Tanjakan
3. Jalur Alternatif Majalaya-Garut
Melintasi pegunungan dan air terjun Cibuni Racun yang konon salah satu persinggahan ratu Centring Manik, dewi ular tatar Pasundan dan banyak menyisakan cerita misteri dan musibah kecelakaan di areal ini.Menurut salah satu warga disana jangan sepelekan areal Leuweung Tiis antara Bandung Garut. Kabarnya tiap tahun selalu minta korban 1-20 nyawa.
4. Jalur Km 22 Batu Ceper
Di jalur Kilometer 22, Batu Ceper, Tangerang juga seringkali terjadi kecelakaan. Menurut masyarakat sekitar dalam seminggu pasti ada kecelakaan terjadi. Jika berjalan dari arah Tangerang sebelum pertigaan serong, tiap pengendara pasti melewati jembatan. Kabarnya tiap tahun di jembatan ini selalu minta korban. Tapi kebenaran adanya penunggu tidak diketahui persis oleh masyarakat sekitar.
5. Tanjakan Cirakan
Tanjakan yang berada di daerah Pelabuhanratu ini juga pernah memakan korban. Kejadian tersebut terjadi pada bulan Maret tahun 2011. Tabrakan terjadi saat Mobil Avanza melaju dari arang Cikidang ke Palabuhanratu melewati turunan Cisarakan, diduga pengemudi mengantuk sehingga menabrak kendaraan Honda Revo nopol F 3488 VQ yang dikendarai Saifudin (28) berboncengan dengan Hindun (55) warga Parakan tilu Cikidang kecamatan Cikidang. Seketika mobil banting setir ke kiri dan terjun kejurang dengan posisi ban diatas, Hindun yang dibonceng terlempar kedalam jurang dan tewas seketika.
tanjakan dan tikungan yang keterlaluan Ancaman Maut di Balik Kisah Mistis Berbagai Tanjakan
Benar atau tidaknya mengenai cerita mistis seputar tempat-tempat angker itu, sebagai pengendara yang akan melewati jalur manapun tetap harus memeriksa kondisi kendaraan juga kondisi kesehatan dirinya. Dan yang terutama adalah berdoa agar selalu diberi keselamatan. [fha/islampos/simomot/merdeka/pbhrtonline/dw]
Share this post :

Posting Komentar

Postingan Populer

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

 
Support : dzulAceh | DownloadRPP | Abiba Smart
Copyright © 2023. Hanya Guru Biasa - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Modified by Guru Biasa
Proudly powered by Blogger