
LISAN adalah anggota badan lain yang perlu diperhatikan. Dari lisan (mulut) ini muncul berbaga jenis kenikmatan yang sangat banyak jumlahnya. Dan kewajiban manusia adalah mensyukuri nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita. Menurut ajaran Islam, hendaknya menggunakan lisan untuk hal-hal sebagai berikut:
- Memperbanyak dzikir kepada Allah SWT.
- Memperbanyak membaca Al-Qur’an.
- Menuntun orang lain menuju agama Allah SWT.
- Melahirkan sesuatu yang ada dalam batin, termasuk masalah yang berkenaan dengan urusan agama dan keduniaan.
Menggunakan lisan untuk mengucapkan suatu perkara yang tidak semestinya, tergolong pada perbuatan kufur atau nikmat pemberian Allah SWT yang diterapkan pada lisan. Lisan sendiri merupakan anggota badan yang paling potensial untuk mengalahkan manusia. Rasulullah SAW mengingatkan:
عَÙ†ْ عَبْدَ اللَّÙ‡ِ بْÙ†َ عَÙ…ْرِÙˆ بْÙ†ِ الْعَاصِ ÙŠَÙ‚ُولُ Ø¥ِÙ†َّ رَجُلاً سَØ£َÙ„َ رَسُولَ اللَّÙ‡ِ -صلى الله عليه وسلم- Ø£َÙ‰ُّ الْÙ…ُسْÙ„ِÙ…ِينَ Ø®َÙŠْرٌ Ù‚َالَ « Ù…َÙ†ْ سَÙ„ِÙ…َ الْÙ…ُسْÙ„ِÙ…ُونَ Ù…ِÙ†ْ Ù„ِسَانِÙ‡ِ ÙˆَÙŠَدِÙ‡ِ ».
“Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguguhnya pernah seorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Muslim manakah yang paling baik?”, beliau bersabda: “Barangsiapa yang kaum muslim selamat dari lisan dan tangannya.” (HR. Muslim).
Firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (Q.S. Al-Ahzab: 70)
Orang yang banyak bicara bila tidak diimbangi dengan ilmu agama yang baik, akan banyak terjerumus ke dalam kesalahan. Karena itu Allah dan Rasul-Nya memerintahkan agar kita lebih banyak diam. Atau kalaupun harus berbicara maka dengan pembicaraan yang baik. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar.” (Al-Ahzab: 70)
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Imam Al-Bukhari hadits no. 6089 dan Al-Imam Muslim hadits no. 46 dari Abu Hurairah)
Lisan (lidah) memang tak bertulang, sekali engkau gerakkan sulit untuk kembali pada posisi semula. Demikian berbahayanya lisan, hingga Allah dan Rasul-Nya mengingatkan kita agar berhati-hati dalam menggunakannya.
Dua orang yang berteman penuh keakraban bisa dipisahkan dengan lisan. Seorang bapak dan anak yang saling menyayangi dan menghormati pun bisa dipisahkan karena lisan. Suami istri yang saling mencintai dan saling menyayangi bisa dipisahkan dengan cepat karena lisan. Bahkan darah seorang muslim dan mukmin yang suci serta bertauhid dapat tertumpah karena lisan. Sungguh betapa besar bahaya lisan. [santi/islampos/bintang indonesia]
Posting Komentar