
>
Letjen (Purn) Yunuf Yosfiah mengemukakan, Prabowo Subianto berkali-kali mempertaruhkan
nyawa demi mempertahankan Republik Indonesia saat berdinas di kemiliteran.
"Saya bisa cerita karena saya komandannya. Saya berkali-kali terkepung di daerah operasi
bersama-sama," kata mantan menteri penerangan itu, di Jakarta, Jumat (20/6).
Selama operasi militer, katanya, hanya ada dua pasukan yang memperoleh kenaikan pangkat
Selama operasi militer, katanya, hanya ada dua pasukan yang memperoleh kenaikan pangkat
bintang luar biasa. "Yaitu, batalion saya dan kesatuan Pak Prabowo," paparnya.
Padahal, lanjut dia, ada banyak komandan pasukan 24 tahun yang lalu. "Adik-adik ini saya
Padahal, lanjut dia, ada banyak komandan pasukan 24 tahun yang lalu. "Adik-adik ini saya
tahu di daerah operasi. Prabowo itu brilian, hebat. Jangan diragukan itu," katanya.
Ia menambahkan, rakyat indonesia tidak perlu meragukan nasionalisme dan kecepatan
Ia menambahkan, rakyat indonesia tidak perlu meragukan nasionalisme dan kecepatan
Prabowo dalam bertindak. "Saya sebagai komandannya langsung, tidak pernah meragukan itu. Ingat itu, ini Jenderal Yunus Yosfiah yang ngomong," tegasnya.
Yunus juga menyatakan membantah kalau Prabowo psikopat. Karena kalau itu benar, maka
Yunus juga menyatakan membantah kalau Prabowo psikopat. Karena kalau itu benar, maka
tidak mungkin lulus Akademi Militer.
"Kedua, tidak mungkin dia menyelesaikan tugasnya berkali-kali lebih banyak daripada yang
"Kedua, tidak mungkin dia menyelesaikan tugasnya berkali-kali lebih banyak daripada yang
banyak omong itu. Jadi penugasan Prabowo ke daerah operasi lebih banyak daripada yang
banyak ngomong itu," katanya.
Ia juga mendengar ada yang menyebutkan jangan memilih orang yang doyan perang. "Saya
Ia juga mendengar ada yang menyebutkan jangan memilih orang yang doyan perang. "Saya
ingin luruskan, tentara itu kalau tugas ke daerah penugasan bukan karena doyan. Tapi
semata-mata karena kepercayaan negara kepada dia bahwa dia mampu melaksanakan
tugasnya dengan baik," katanya.
"Tidak akan mungkin seorang perwira dikirim ke daerah operasi kalau ternyata dikhawatirkan
"Tidak akan mungkin seorang perwira dikirim ke daerah operasi kalau ternyata dikhawatirkan
akan hancur. Jadi banyaknya penugasan itu adalah kepercayaan dan keyakinan dan bagi
prajurit yang ditugaskan itu suatu kebanggaan. Bukan karena doyan operasi berpisah dengan
keluarga menderita di sana. Jadi ini diluruskan jangan terpengaruh black campaign," katanya."
sumber: rol
sumber: rol
Posting Komentar