
AHAD (22/6), Syam Organizer menggelar Tabligh Akbar Sehari Peduli Suriah di Islamic Centre, Samarinda, Kalimantan Timur. Acara ini diiikuti oleh sekira 500 warga Samarinda.
Hadir sebagai pembicara di antaranya, H. Husni Mutaqqien (Mubaligh Samarinda), Ustadz Bahtiar SHI (Mubaligh Samarinda), Abu Harits Lc (Sekjen Forum Indonesia Peduli Syam), dan Muhammad Pizaro (Jurnalis Liputan Kemanusiaan di Suriah).
Dalam pemaparannya, H. Husni Mutaqqien sengaja mengajak warga Samarinda untuk mengikuti acara ini karena pentingnya umat Islam mengetahui kondisi kaum muslimin di Suriah.
“Biasanya kita sebelum ramadhan, menggelar tarhib. Tapi sengaja untuk tahun ini, kita menggelar tabligh akbar peduli Suriah agar kita peduli terhadap penderitaan saudara kita,” ujar pria yang juga Ketua Yayasan Nurul Haq ini.
Sementara itu, Abu Harits menerangkan tentang keutamaan Syam menurut Al Qur’an dan Hadis.
“Syam adalah daerah yang langsung dijelaskan oleh Allah. Seperti digambarkan dalam sejumlah Ayat Al Qur’an di antaranya dalam Surat At-Tiin Wat tiini waz zaituun. Wa thuuri siiniin,”imbuhnya.
Abu Harits menambahkan, bahwa kondisi Suriah kini terus memburuk. Anak-anak dan wanita menjadi korban penyembelihan. Ratusan ribu jiwa melayang akibat kekejaman rezim Bashar Assad.
Muhammad Pizaro menilai, selama ini banyak orang tidak peduli penderitaan muslim Suriah karena minimnya informasi. Ketidakpeduliaan itu ditambah propaganda kelompok Yahudi dan Syiah yang menyebut konflik Suriah adalah pertikaian sesama muslim.
“Padahal Syiah berbeda dengan Islam. Saya menyaksikan sendiri bahwa perang di Suriah adalah perang antara orang yang bertakbir dengan orang yang tidak bertakbir. Perang antara orang yang mencintai Al Qur’an dengan kelompok yang merobek-merobek Al Qur’an,” terang Sekjen Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dan juga redpel Islampos ini.
Beberapa peserta pun terlihat meneteskan air mata ketika mengetahui bahwa rakyat Suriah selalu mendoakan muslim Indonesia sekalipun mereka hidup dalam penindasan. “Doakan pula kami,” kata mereka.
Acara kemudian ditutup dengan renungan oleh Ustadz Bahtiar SHI. Mubaligh Samarinda ini mengetuk hati kaum muslimin untuk melihat dengan nurani seorang muslim bagaimana jika kita berada di posisi muslim Suriah.
“Maka infaqkanlah harta kita untuk membantu muslim Suriah,” pungkasnya. [mz/ah/Islampos]
Posting Komentar