
SAAT ini dunia digital sedang hangat-hangatnya digandrungi banyak orang. Perhatikan saja, di desa-desa sekalipun siapa yang tidak tahu facebook. Hampir semua punya akun facebook. Namun, sepertinya facebook sudah agak lama ditinggalkan masyarkat kota. Ya, saat ini bermunculan media-media sosial yang baru.
Ada instagram untuk bersosial tentang foto, ada twitter untuk bersocial dengan kata-kata singkat, belum lagi ada foursquare, tumblr, dan masih banyak socmed lainnya. Nah, saat ini ada satu socmed lagi yang muncul bernama Path. Path memadukan fitur2 yang sudah ada pada socmed dalam satu aplikasi. Bayangkan betapa rumitnya aplikasi tersebut apabila memiliki fitur sebanyak itu.
Namun ternyata, Path dengan jeniusnya berhasil meramu sebuah user experience yang sangat apik yang juga memudahkan kita melakukan navigasi di dalam aplikasi tersebut. Tampilannya tetap sederhana tapi kaya akan fitur dan enak dipandang.
Path memang dirancang sebagai media sharing dengan kerabat atau teman dekat kita saja. Di Facebook atau Twitter memang tujuannya mengadd atau difollow sebanyak mungkin orang, di Path justru sebaliknya. Path malah membatasi jumlah teman yang bisa dishare. Sehingga kita bisa benar-benar memilah dan memilih siapa yang akan kita share sehingga kita tidak perlu ragu konten yang kita share tidak appropriate atau terlalu personal karena yang ada di sana hanyalah teman-teman dekat kita. Dengan batasan jumlah share, kita juga tidak perlu merasa “tidak enak” kalau tidak mengaprove orang yang tidak betul-betul kita kenal atau tidak ingin kita share. Path saat ini hanya tersedia untuk iOS device dan Android.
Menurut paparan sebagian pengguna path, ternyata sosial media ini masih memiliki kekurangan. Path tidak memiliki fitur chating seperti sosial media lainnya. Ketika akan mem-post suatu foto, sayangnya Path hanya bisa mengakses folder camera roll saja, padahal terdapat folder foto lain yang seharusnya aksesibel.
Dengan semakin cangihnya dunia digital maka bagi kita seharusnya itu bisa digunakan sebagai media dakwah. Karena di media sosial yang lain seperti Twitter dan Facebook banyak sekali akun-akun yang berisi tentang nilai-nilai agama. Namun apakah dengan path ini bisa digunakan untuk hal yang sama? [fha/islampos/ardisaz]
Posting Komentar