Sekenario Kamp Yarmouk "HAMAS VS ISIS"
Mengarah Kemana?
Pusat Studi dan Konsultasi “Az-Zaitun” Beirut menilai, krisis kamp Yarmouk di Suriah akan membuka sejumlah sekenario terkait erat dengan masa depan kelompok-kelompok bersenjata di sana.
Dalam salinan analisis sikap yang diterima oleh Pusat Informasi Palestina kemarin Selasa (7/4) Az-Zaitun memprediksi sejumlah sekenario berdasarkan perkembangan terakhir di lapangan; pertama, Brigade Aknaf Baitul Maqdis milik Hamas akan bertempur hingga peluru terakhir kemudian ISIS akan menguasai penuh kamp Yarmouk dan menangkap sejumlah anggota brigade militer ini.
Kedua, Brigade Brigade Aknaf Baitul Maqdis akan kembali menguasai kamp Yarmouk dan mengendalikan inisiatif atau menguasai sebagiannya.
Ketiga, Brigade Aknaf Baitul Maqdis akan menarik diri dari kamp Yarmouk dan ini akan mengarah kepada adanya perundingan dengan sejumlah pihak karena status mereka di lapangan.
Berikut analisis Az-Zaitun yang diposting Pusat Informasi Palestina melalui situs infopalestina.com (8/4/2015).
Mukadimah
Bentrokan bersenjata dan baku tembak terjadi secara mendadak pada awal April 2015 ini di kamp pengungsi Palestina Yarmouk di Suriah antara ISIS (kelompok yang menamakan diri negara Islam Irak – Suriah) dengan Brigade Aknaf Baitul Maqdis Palestina. Ini menyebabkan kondisi kemanusiaan menurun bagi 15 ribu warga sipil di kamp tersebut.
Situasi Umum di Kamp Yarmouk
16 Desember 2012 pertama kali rezim Suriah mengisolasi kamp pengungsi Yarmouk secara tidak penuh. Beberapa bulan kemudian kamp ditutup rapat setelah sekelompok milisi Shuqur Golan diusir dari sana. Milisi ini sebelumnya ikut oposisi namun kemudian bergabung dengan pasukan rezim Assad.
Shuqur Golan ini diusir oleh sekelompok milisi di dalam kamp Yarmouk seperti Brigade Aknaf Baitul Maqdis yang dibentuk dari kader Palestina yang sebagian besarnya berafiliasi kepada Hamas. Dalam perkembangannya, kamp Yarmouk ini dikuasai oleh dua faksi utama yakni Brigade Aknaf Baitul Maqdis dan Jabah Nushroh (JN). Sekitar beberapa setahun setengah lalu, mulai muncul inisiatif menghindarkan kamp ini dari pertempuran dan membebaskan blockade. Termasuk melibatkan PLO Palestina dan faksi-faksi Palestina lainya. Namun semua inisiatif gagal.
Rezim Suriah menolak mengeluarkan warga sipil terisolasi di dalam kamp. Bantuan kemanusiaan yang masuk dari Eropa, UNRWA atau lainnya sangat terbatas. Keberadaan warga sipil di sana menjadi alasan adanya semacam gencatan senjata dan status waspada antara rezim Suriah dan oposisi. Tak ada kepentingan rezim untuk menggempur kamp Palestina ini.
Selama hampir dua tahun terjadi gencatan senjata terutama di wilayah Qaah di dekat gerbang masuk sebelah utara kamp. Penyebab kegagalan inisiatif selama ini adalah karena tak ada kebebasan gerak warga.
Perkembangan Terakhir
Selama lima bulan terakhir sejak akhir 2014 terjadi banyak pembunuhan terencana dan professional terhadap tokoh dan aktivis. Mereka berasal dari Fatah, Hamas atau tokoh lain. Terakhir yang menghentakkan adalah pembunuhan terhadap Yahya Horani “Abu Sohaib” mantan pejabat Hamas di kamp Yarmouk dan salah satu aktivis bantuan medis.
Brigade Aknaf Baitul Maqdis menuding ISIS di balik pembunuhan ini dengan bukti-bukti di antaranya pengakuan personel ISIS yang mereka tangkap dan diintrogasi. Ini mendorong ISIS menyerang kamp dan mengepung biro pengungsi milik Brigade Aknaf Baitul Maqdis tidak sampai 24 jam setelah kejadian. Tidak makan waktu lama ISIS menguasai semua wilayah selatan kamp Yarmouk yang sebelumnya dikuasai oleh Jabah Nushroh. Di sejumlah titik terjadi bentrokan antara Brigade Aknaf Baitul Maqdis dan ISIS. Selama dua hari terjadi baku tembak sengit di jalan Nuh Ibrahim yang memisahkan antara kamp sebelah timur. Karena senjata lebih banyak dan pasukan lebih dari 1000 orang, ISIS di hari ketiga menguasai dan maju ke arah selatan.
Sementara di sisi lain, milisi Fatah Intifadah yang didukung pasukan rezim Suriah dan Komandan Umum masuk dari utara kamp. Brigade Aknaf Baitul Maqdis semakin terdesak. Di hari keempat dan kelima pertempuran berakhir. Warga pengungsi semakin ketakutan karena ISIS juga memenggal kepala dua pemuda dan dibuang ke jalan. Titik sumber dan distribusi air pun dikuasai oleh ISIS dekat masjid pusat (masjid jami').
Di hari ketujuh, Brigade Aknaf Baitul Maqdis berhasil menghimpun sebagian personelnya di sebelah selatan kamp dan merebut kembali wilayah Pusat Budaya dan RS Palestina di belakangnya. Brigade Aknaf Baitul Maqdis dibantu oleh milisi yang membelot dari Jaish Tahrir Palestina pimpinan Khalid Hasan yang akhirnya terbunuh.
Brigade Aknaf Baitul Maqdis kemudian dikepung oleh ISIS dan juga Jabah Nusroh serta pasukan rezim Assad.
Sekenario
Berdasarkan perkembangan terakhir di lapangan:
Pertama, Brigade Aknaf Baitul Maqdis milik Hamas akan bertempur hingga peluru terakhir kemudian ISIS akan menguasai penuh kamp Yarmouk dan menangkap sejumlah anggota brigade militer ini.
Kedua, Brigade Aknaf Baitul Maqdis akan kembali menguasai kamp dan mengendalikan inisiatif atau menguasai sebagiannya.
Ketiga, Brigade Aknaf Baitul Maqdis akan menarik diri dari kamp Yarmouk dan ini akan mengarah kepada adanya perundingan dengan sejumlah pihak karena status mereka di lapangan.

Posting Komentar