Oleh Abdullah Haidir, Lc
Perjuangan rakyat Suriah melawan pemerintah tiran Basyar Asad hingga
kini terus berlangsung. Inilah revolusi Arab yang paling berdarah-darah
dan telah memakan waktu kurang lebih 2 tahun. Meskipun berhadapan dengan
pemerintah dan tentaranya yang kejam dan memborbardir mereka tanpa
ampun, sementara negeri-negeri Arab dan Islam lainnya tak banyak yg
mereka perbuat, namun rakyat Suriah tampaknya sudah tidak ingin mundur
lagi..
Perkembangan terakhir, pejuang Suriah semakin merangsek pasukan
pemerintah. Kini pertempuran mulai terpusat di ibukota Damaskus. Bahkan
pejuang sudah mengarahkan serbuan ke Istana kepresidenan.
Tentara-tentara pemerintah pun di berbagai kota sudah mulai ditarik ke
ibukota untuk memperkuat pertahanan. Kaum minoritas Alawiyyin yg selama
ini loyal kepada Basyar, mulai meninggalkan daerah2 sunni, khawatir
terjadi balas dendam jika Basyar jatuh...
Amerika-Israel mulai khawatir dengan kejatuhan Basyar, meskipun selama
ini tampak saling bermusuhan, namun rupanya mereka saling melindungi...
Ternyata selama ini Suriah pelindung 'halaman belakang' Israel dg tidak
pernah sedikitpun mengutak-atik dataran tinggi Goland yg diduduki
Israel. Jika Basyar jatuh dan aktifis Islam dapat berkuasa, maka Israel
di depan berhadapan dengan Mesir, di belakang menghadapi Suriah.
Iran-Hizbullah-Irak juga khawatir, karena Suriah merupakan wilayah
penting dalam menjaga kekuatan syiah di wilayah tsb. Bantuan amunisi dan
personel yg mereka kirimkan ternyata tidak dapat memadamkan perlawanan
rakyat Suriah...Citra kaum syiah yang susah payah mereka bangun utk
menarik simpati muslimin dunia banyak terbongkar kebusukannya oleh
kesadisan rezim Basyar...
Kaum oposisi mulai berembuk membicarakan masa depan Suriah pasca Basyar....
Hanya bisa berdoa untuk kemenangan rakyat Suriah dlm menghadapi penguasa tiran yang telah menindas mereka sekian lama.....
Allahummanshurhum wa tsabbit aqdaamahum...
*maroji: http://www.aljazeera.net/news/pages/976d8e0c-d1d1-4ec0-a22f-b24ce26486c9?GoogleStatID=1

Posting Komentar