
PERNYATAAN Ketua Tim Bravo 5 bentukan pasangan Jokowi-JK, Alwi Shihab, yang menilai warga Nahdlatul Ulama (NU) pendukung Prabowo-Hatta sebagai pengkhianat ditanggapi oleh Ulama Muda NU,Gus Idrus Romli.
Ketua Lajnah Ta’lif wa an-Nasyr dan Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail NU Kencong, Jember ini mengatakan bahwa pernyataan Alwi Shihab hanyalah pernyataan politik.
“Pernyataan Alwi Shihab itu pernyataan politik. Salah besar kalau bukan pernyataan politik,“ tegasnya kepada Islampos, Rabu (11/6) di AQL Tebet.
Gus Idrus menjelaskan bahwa NU tidak berpolitik praktis.Pertama, dalam urusan politik, NU kembali kepada Khittah nya yakni NU tidak berpolitik praktis. NU menyerahkan kepada warga nahdiyyin untuk memilih pemimpin yang terbaik.
Rais ‘Am Kyai Mustofa Bisyri pun mempersilahkan partai politik atau masing-masing calon presiden dan wakil presiden untuk merayu warga nahdiyyin.
“Kedua, Kyai NU yang mendukung prabowo tidak membawa nama NU, melainkan nama pribadi,” jelasnya.
Gus Idrus menerangkan bahwa Alwi Shihab sebenarnya bukan pengurus NU.
“Setahu saya, Alwi Shihab bukan pengurus NU. Dia dulu Ketua Umum PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) dan menteri luar negeri saat Gusdur jadi presiden,” terangnya. [Andi/Islampos]
Udah lah.. blog ini urusin agama aja gak usah campur aduk ngurusin politik dii tambah pakai fitnah segala. Agamaku Islam dipakai alat politik bener bener keterlaluan kalian!
BalasHapus