
Jakarta - Dalam Debat Capres ‘edisi pertama’ yang dilaksanakan bulan Juni silam, Joko Widodo yang berpasangan dengan Jusuf Kalla, sempat membicarakan tentang teknologi seputar e-Gov dan lain-lain.
Dalam pernyataannya, Jokowi mengatakan bahwa penerapan e-Gov itu mudah saja dilakukan.
“Panggil saja programmer, tidak ada dua minggu bisa dirampungkan,” tuturnya seperti diberitakan Merdeka.
Menurut praktisi IT, pernyataan Jokowi itu adalah hal mustahil karena membuat suatu program dalam skala nasional dibutuhkan banyak hal dan tentunya membutuhkan waktu banyak, dan tidak cukup 2 minggu.
“Melalui MoU ini kita akan mendapatkan keuntungan bagaimana mengintegrasikan e-gov,” ujarnya di Pesawat Kepresidenan menjelang mendarat di Bandara Gimhae, Busan, Korea Selatan, Rabu (10/12), seperti dilansir ROL.
Penandatanganan dilakukan antara Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan Menteri Keamanan Administrasi Publik Korea.
Menurut Yuddy, Korea Selatan merupakan contoh terbaik dalam melaksanakan reformasi birokrasi. Korea mampu mengintegrasikan e-government dan menjadi teladan bagi banyak negara.
Integrasi e government tidak hanya pada kementerian/lembaga namun juga seluruh pemerintahan daerah. Dengan demikian akan memberikan pelayanan kepada masyarakat yang lebih baik dan transparan.
sumber: suaranews

Posting Komentar