
iden Joko Widodo beberapa waktu yang lalu gegerkan publik dengan perintahnya agar TNI dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menenggelamkan kapal yang tertangkap melakukan pencurian ikan di laut Indonesia.
"Nggak usah tangkap-tangkap, langsung saja tenggelamkan. Tenggelamkan 10 atau 20 kapal, nanti baru orang mikir," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Langkah ini menurut Joko Widodo harus dilakukan agar dapat membuat jera warga negara asing yang mencuri ikan. Setidaknya harus menenggelamkan 100 kapal pencuri ikan untuk membuat efek jera bagi ribuan kapal pencuri ikan di perairan Indonesia.
Pernyataan tegas Jokowi ini mulai ditagih oleh masyarakat, diantaranya seperti yang disuarakan pakar maritim yang juga Direktur Indonesia Maritime Institute (IMI), Y Paonganan.
"Sudah berapa kapal maling ikan yang ditenggelamkan Jokowwi hingga saat ini? Sebaiknya kalau ngomong itu harus disertai dengan realisasi dong, rakyat menunggu tayangan di televisi nih," ujar Y Paongana kepada RMOL, Minggu malam, (30/11).
Dengan banyaknya kapal pencuri itu, menurut Presiden Joko Widodo, setiap tahunnya Indonesia telah kehilangan Rp300 triliun. Padahal pendapatan yang masuk untuk negara dari laut baru sebanyak Rp300 miliar.
"Nggak usah tangkap-tangkap, langsung saja tenggelamkan. Tenggelamkan 10 atau 20 kapal, nanti baru orang mikir," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Langkah ini menurut Joko Widodo harus dilakukan agar dapat membuat jera warga negara asing yang mencuri ikan. Setidaknya harus menenggelamkan 100 kapal pencuri ikan untuk membuat efek jera bagi ribuan kapal pencuri ikan di perairan Indonesia.
Pernyataan tegas Jokowi ini mulai ditagih oleh masyarakat, diantaranya seperti yang disuarakan pakar maritim yang juga Direktur Indonesia Maritime Institute (IMI), Y Paonganan.
"Sudah berapa kapal maling ikan yang ditenggelamkan Jokowwi hingga saat ini? Sebaiknya kalau ngomong itu harus disertai dengan realisasi dong, rakyat menunggu tayangan di televisi nih," ujar Y Paongana kepada RMOL, Minggu malam, (30/11).
Dengan banyaknya kapal pencuri itu, menurut Presiden Joko Widodo, setiap tahunnya Indonesia telah kehilangan Rp300 triliun. Padahal pendapatan yang masuk untuk negara dari laut baru sebanyak Rp300 miliar.
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, mengatakan seharusnya Presiden Joko Widodo tidak mengumbar kebijakan soal penenggelaman kapal asing pencuri ikan di perairan Indonesia.
"Sebenarnya Pak Jokowi nggak usah terlalu banyak omong lah. Coba dilakukan saja dulu, Saya pengen lihat. Satu coba ditenggelamkan. Nggak usah banyak-banyak," ujar Fadli di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (29/11/2014).
Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan kebijakan balasan (reciprocal) negara lain semisal Malaysia yang menenggelamkan kapal-kapal nelayan Indonesia.
Akan tetapi, Fadli menegaskan penenggelaman kapal tersebut harus berdasarkan norma hukum.
"Saya mendukung. Tentu tidak dengan orangnya ya, kapalnya saja. Itu bahaya kalau sama orangnya. Tetap harus melihat norma-norma aturan internasional yang ada," tukas Fadli.
Sekedar informasi, atas kebijakan penenggelaman kapal asing pencuri ikan, media Malaysia ramai memberitakan tindakan tersebut adalah tindakan yang angkuh.

Posting Komentar