
Jakarta 3/12) - Agung Laksono bersama anggota Presidium Penyelamat Partai Golkar lainnya berang, setelah dipecat Musyawarah Nasional (Munas) IX di Bali. Kini, mereka bersiap mengadu ke Kemenkumham.
Mereka kini rapat, membahas langkah hukum terkait dengan Munas IX di Bali yang mereka anggap ilegal.Anggapan itu dilandasi, di antaranya, dengan telah dipecatnya Ical sebagai Ketua Umum Golkar pada rapat pleno 25 November 2014. Saat itu, rapat pleno dipimpin Agung Laksono.
Anggota presidium, Agun Gunanjar, mengatakan, pihaknya akan bergerak cepat melakukan persiapan untuk mengirimkan surat kepada Menteri Hukum dan HAM (Menkumham), Yasonna Laoly guna menggugurkan seluruh hasil Munas di Bali. "Tahap berikutnya, segera mengirimkan surat ke Kemenkumham tentang Munas di Bali inkonstitusional," jelasnya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12).
"Munas Bali inkonstitusional karena di dalamnya penuh dengan rekayasa dan sudah didesain sistematis. Hal itu diawali membuat tatib mendukung dia (Ical) serta adanya rekaman (Nurdin Halid) yang menggiring suara. Cukup alat bukti mendesak pemerintah untuk tidak mengakui Munas Bali," tandasnya.
Sementara itu, Agus Gumiwang Kartasasmita yang juga dipecat Munas Bali mengatakan, saat ini Presidium menunggu keputusan Kementerian Hukum dan HAM terkait dengan legalitas Munas Bali. "Kita lihat apakah Kemenkumham akan mengeluarkan surat keterangan terhadap kegiatan Bali," katanya. Jika demikian, kata Agus, Presidium akan menggugat keputusan tersebut dengan jalur hukum.
Sementara ini, kata Agus, pemerintah, Wakil Presiden Jusuf Kalla terang-terangan mendukung diselenggarakannya Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar versi Presdium Penyelamat Partai Golkar yang diketuai Agung Laksono. "Munas kami di Jakarta didukung JK. Kami komunikasi terus dengan JK," ujarnya.
Munas Golkar versi presidium rencananya digelar pada Januari 2015 mendatang. Saat ini, Agus bersama politikus Partai Golkar lainnya, seperti Agung Laksono, Agun Gunandjar, Zainuddin Amali, Priyo Budi Santoso, dan Yoris Raweyai, tengah merapatkan rencana kegiatan Munas Januari itu.
Agenda rapat, membahas seputar persiapan Munas Januari, seperti merampungkan kepanitiaan dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan teknis Munas. "Tinggal sebulan lagi, jadi harus segera kami persiapkan," katanya.
sumber: fastnewsindonesia

Posting Komentar