Baling-baling bambuuuu.....Apakah kamu ingat siapa yang kata-kata itu? Ya, kamu benar. Kata-kata itu selalu di ucapkan Doraemon jika ia ingin terbang. Wah enak banget ya, kalau kita bisa terbang seperti doraemon. Eits, tenang dulu, kamu juga bisa terbang seperti doraemon dengan alat yang bernama Libelula. Yuk kita simak seperti apa sih Libelula itu.
Libelula ini hampir mirip dengan helikopter terkecil di dunia, yaitu: GEN H-4. Klik Url ini http://adf.ly/5Hf1E
Kini mimpi manusia untuk terbang sendiri bisa terwujud. Saat ini telah di kembangkan helikopter punggung yang siap pakai untuk terbang solo. Namanya, Libelula. Libelula ini di kembangkan oleh sebuah perusahaan di Meksico. Nama perusahaan itu adalah, Technologi Aeroespacial Mexicana ( TAM ).
Helikopter punggung ini menggunakan dua tabung berisi bahan bakar hidrogen, sebuah baling-baling, dan rangka yang terbuat dari serat karbon.
Libelula juga tidak menggunakan rotor pada bagian ekornya. Sebab, alat ini tidak membutuhkan tenaga putarannya. Selain itu, rotor ekor dianggap tidak aman untuk keselamatan manusia. Sebagai ganti rotor ekor, di gunakan roket berukuran kecil yang di letakan di ujung baling-baling utama.
Libelula juga bisa di sebut sebagai helikopter yang paling ringan, mudah dan aman untuk di terbangkan. Namun, kamu yang ingin mencoba atau membelinya, harus bersabar lebih dahulu. Sebab, alat unik ini baru di buat desainnya saja. Walaupun begitu, TAM telah berpengalaman memproduksi berbagai jenis roket yang berbahan bakar hidrogen peroksida, mesin jet, dan kursi lontar. Untuk membuat Libelula, TAM akan membuat komponennya sendiri. Nah, komponen ini sama dengan komponen yang digunakan pada pembuatan kursi lontar. Jadi, Libelula diperkirakan akan segera tercipta.
Ide Lama
Sebenarnya, ide pembuatan helikopter punggung ini bukanlah hal yang baru. Ide ini sudah muncul pada tahun 1940, dari pikiran Paul Baumgarti dari Austria. Ia mencoba terbang sendiri dengan sebuah mesin. Namun, mesin yang di gunakannya kurang tenaga.
Kemudian, pada tahun 1960, muncul juga ide helikopter punggung dari benak Eugene Gluhareff (AS). Namun, masih saja ada kekurangannya. Mesin yang ia buat terlalu berat.
Ada juga Gikbert Magil (AS) yang mendesain helikopter mini. Helikopter mini ini menggunakan dua tabung hidrogen peroksida dan bisa terbang dengan baik. Nah, sejak saat itu, helikopter punggung mulai bisa di kembangkan.
Bagaimana para pembaca Gala Ilmu, mau juga mendesain helikopter punggung?
Sumber : Berani
Libelula ini hampir mirip dengan helikopter terkecil di dunia, yaitu: GEN H-4. Klik Url ini http://adf.ly/5Hf1E
Kini mimpi manusia untuk terbang sendiri bisa terwujud. Saat ini telah di kembangkan helikopter punggung yang siap pakai untuk terbang solo. Namanya, Libelula. Libelula ini di kembangkan oleh sebuah perusahaan di Meksico. Nama perusahaan itu adalah, Technologi Aeroespacial Mexicana ( TAM ).
Helikopter punggung ini menggunakan dua tabung berisi bahan bakar hidrogen, sebuah baling-baling, dan rangka yang terbuat dari serat karbon.
Libelula juga tidak menggunakan rotor pada bagian ekornya. Sebab, alat ini tidak membutuhkan tenaga putarannya. Selain itu, rotor ekor dianggap tidak aman untuk keselamatan manusia. Sebagai ganti rotor ekor, di gunakan roket berukuran kecil yang di letakan di ujung baling-baling utama.
Libelula juga bisa di sebut sebagai helikopter yang paling ringan, mudah dan aman untuk di terbangkan. Namun, kamu yang ingin mencoba atau membelinya, harus bersabar lebih dahulu. Sebab, alat unik ini baru di buat desainnya saja. Walaupun begitu, TAM telah berpengalaman memproduksi berbagai jenis roket yang berbahan bakar hidrogen peroksida, mesin jet, dan kursi lontar. Untuk membuat Libelula, TAM akan membuat komponennya sendiri. Nah, komponen ini sama dengan komponen yang digunakan pada pembuatan kursi lontar. Jadi, Libelula diperkirakan akan segera tercipta.
Ide Lama
Sebenarnya, ide pembuatan helikopter punggung ini bukanlah hal yang baru. Ide ini sudah muncul pada tahun 1940, dari pikiran Paul Baumgarti dari Austria. Ia mencoba terbang sendiri dengan sebuah mesin. Namun, mesin yang di gunakannya kurang tenaga.
Kemudian, pada tahun 1960, muncul juga ide helikopter punggung dari benak Eugene Gluhareff (AS). Namun, masih saja ada kekurangannya. Mesin yang ia buat terlalu berat.
Ada juga Gikbert Magil (AS) yang mendesain helikopter mini. Helikopter mini ini menggunakan dua tabung hidrogen peroksida dan bisa terbang dengan baik. Nah, sejak saat itu, helikopter punggung mulai bisa di kembangkan.
Bagaimana para pembaca Gala Ilmu, mau juga mendesain helikopter punggung?
Mau lihat lebih jelah bagaimana libelula, klik video di bawah ini....!
Sumber : Berani


Posting Komentar