Ilustrasi suami istri bertengkar (imujer)
Muslimuna.com - Di antara hal yang tidak diinginkan oleh pasangan suami istri adalah anak yang tidak mau menuruti kata-kata mereka, membangkang, atau bahkan melawan.
Jika itu terjadi, jangan langsung menyalahkan anak-anak. Sebab, bisa jadi kesalahan terjadi pada diri kedua suami istri itu.
Ada banyak faktor yang menyebabkan timbulnya perilaku durhaka anak kepada orang tua. Semoga para ayah menghindarinya sehingga anak-anak tidak durhaka kepada kedua orang tua.
Di antara penyebabnya adalah sebagai berikut seperti dikutip dari buku Eksiklopedi Anak karya Abu Abdullah Ahmad bin Ahmad Al-Isawi,
1. Tidak mendidik anak-anak secara islami
Tidak mungkin anak-anak akan menghormati dan berbakti bakti kepada kedua orang tua mereka, jika tidak dididik dengan baik, bahkan tidak mungkin anak-anak mendoakan mereka.
Allah Ta’ala berfirman tentang doa kepada kedua orang tua,
وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا
“Dan ucapkanlah, “Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada waktu kecil.” (QS. Al-Isra`: 24)
Apabila para orang tua tidak pernah mengajarkan akhlak dan perilaku islami kepada anak-anak mereka pada masa kecil, lalu bagaimana mungkin anak-anak mereka akan mendoakan orang tuanya ketika besar nanti?
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam sangat memperhatikan hal itu, sebagaiaman yang diriwayatkan dari Ayub bin Musa, dari bapaknya, dari kakeknya, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,
مَا نَحَلَ وَالِدٌ وَلَدًا مِنْ نَحْلٍ أَفْضَلَ مِنْ أَدَبٍ حَسَنٍ
“Tidak ada pemberian orang tua kepada anaknya yang lebih baik dari pada akhlak yang baik.” (HR. At-Tirmidzi)
2. Anak-anak tidak mengetahui hak orang tua
Hal ini mempunyai peran yang sangat besar tidak terlaksananya hak-hak orang tua. Mungkin disebabkan karena mereka tidak terdidik oleh orang tua pada masa kecilnya.
3. Perselisihan dalam keluarga
Apabila kedua orang tua selalu bertengkar, saling tuduh antara suami-istri, suami tidak menghormati istri, dan begitu juga sebaliknya, maka berkuranglah rasa hormat anak-anak terhadap kedua orang tua mereka.
Sebab, bapak mempunyai fisik yang kuat, dan anak-anak takut jika ia memukul mereka, maka anak-anak tidak bisa memperlihatkan sikap tidak menghormati bapak mereka.
Lain hal dengan ibu, karena ia bersikap lembut dan sayang terhadap anak-anak, sehingga anak-anak lebih berani untuk menentang, dan tidak berbakti kepadanya, serta mengeraskan suara dihadapan ibunya.
Bahkan, dalam keadaan keluarga yang dipenuhi pertengkaran antara bapak dan ibu, terkadang seorang bapak menyuruh anak-anak untuk menentang dan durhaka kepada ibunya. Naudzubillah min Dzalik.
4. Teman yang berakhlak buruk
Sungguh, teman yang berakhlak buruk mempunyai peran yang sangat besar dalam menjadikan anak berakhlak buruk, dan durhaka kepada kedua orang tua.
Sebab, seseorang itu akan selalu meniru sikap temannya. Sebagaimana diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallambersabda,
اَلرَّجُلُ عَلَى دِيْنِ خَلِيْلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu tergantung dengan agama temannya, maka hendaklah setiap kalian melihat siapa temannya.” (HR. At-Tirmidzi, ia mengatakan, “Hadits ini hasan gharib”)
5. Menuruti istri secara berlebihan
Sebagian orang -semoga Allah memberikan petunjuk kepada mereka-, setelah menikah sangat menuruti istri mereka, sehingga ia tidak melakukan sesuatu kecuali atas izin istri.
Begitu juga, berbakti kepada kedua orang tua harus selalu atas izin istrinya. Naudzubillah min Dzalik
6. Berlebih-lebihan dalam memanjakan anak-anak, dan menyediakan segala fasilitas yang mewah dalam mendidik anak-anak
Hal ini bisa menjadi salah satu sebab anak durhaka kepada kedua orang tua. Orang yang bijaksana tentu tidak akan mendidik anaknya seperti itu, akan tetapi akan mendidik dengan tegas, diiringi kelembutan dan kasih sayang sesuai dengan batasnya.
Orang tua seperti itu akan memanjakan anaknya dan bersikap tegas sesuai pada tempatnya. Sehingga, tidak harus selalu memanjakan mereka dan bersikap tegas setiap waktu.
7. Terkadang, sebagaian anak yang tumbuh dalam lingkungan islami, selalu menghafal Al-Qur`an dan hadir dalam majelis-majelis ilmu, namun ia juga berbuat durhaka kepada orang tua
Apabila hal ini terjadi, berarti ada kesalahan dalam mendidik, seperti perselisihan keluarga, kekerasan dalam pendidkan, atau orang tua tidak berbuat adil kepada anak-anaknya.
Semua hal itu mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan akhlak anak ketika dewasa kelak. Bahkan mungkin anak akan durhaka kepada orang tuanya.
Oleh sebab itu, orang tua harus berhati-hati dalam masalah tersebut, dan jangan merasa tenang, karena bisa jadi hal itu menyenyebabkan timbulnya perilaku atau sikap durhaka dari anak-anak.
8. Salah dalam memahami keutamaan dan hak seorang ibu
Seorang ibu yang bijaksana janganlah memanfaatkan keutamaan itu, dengan memberikan perintah yang menyulitkan seorang anak, dalam hal-hal yang tidak sesuai dengan pikiran yang jernih.
Contohnya, menceraikan istrinya tanpa sebab yang jelas, atau melarang bepergian karena hal-hal yang mubah atau sunnah seperti pergi umrah.
Jika seorang guru dan dai dituntut untuk bijaksana, berdiskusi dan berbicara yang baik, maka seorang ibu, hendaknya juga harus mempunyai sifat tersebut dalam memenuhi kebutuhan anaknya.
Sebab, ibu adalah guru dan pendidik pertama bagi anaknya, di mana ia mengajar sesuai dengan jiwa dan keadaan anaknya.
Oleh karena itu, janganlah ibu menyusahkan anaknya dengan perintah-perintah yang tidak sanggup dilaksanakan. Janganlah ia berbicara dengan nada atau gaya yang menyakiti hati anaknya, sehingga tidak menimbulkan perilaku durhaka dari anaknya.
9. Sebagian anak menganggap harta warisan melebihi hak berbakti kepada ibunya, terutama sepeninggal bapaknya.
Kami ingin mengatakan kepada anak-anak itu, “Bertakwalah kalian kepada Allah terhadap ibu-ibu kalian, janganlah sekali-kali menyakitinya dalam masalah harta, karena ia tidak akan kekal, barangkali hari ini harta itu milik kalian, namun kelak akan dimiliki oleh ahli waris kalian.
Janganlah kalian menyakiti ibu kalian, hatinya sedih karena ditinggal suami, lalu kalian menambah kesedihannya dengan memperebutkan dan mengusai harta yang dulunya milik bapak kalian, padahal kelak harta itu akan dimiliki oleh ahli waris kalian.
Ingatlah firman Allah Ta’ala,
إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا. وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا
“Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik. Dan rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang.” (QS. Al-Israa`: 23-24)
Hal itu termasuk perilaku kejam, yang menyebabkan seorang ibu akan berdoa dan mengadukannya kepada Allah Ta’ala, yang akibatnya bisa menghancurkan kehidupan dunia dan akhirat anak-anak kelak.
10. Kadang kala, hak-hak psikologis seorang anak yang tidak terpenuhi dapat menimbulkan perilaku durhaka pada dirinya
Faktor utama adalah jika kedua orang tua selalu bertengkar, atau terlalu sibuk sehingga jarang sekali bertemu dengan anak-anak.
Bapak sibuk bekerja mencari penghidupan duniawi, dan ibu sibuk dengan kegiatan berkunjung ke teman, belanja ke pasar dan mengikuti perkembangan mode terkini.
Akhirnya, anak dididik dan asuh oleh pembantu. Jika demikian halnya, tentu anak tidak akan menghormati kedua orang tuanya kelak, tidak akan dididik dengan akhlak yang baik, dan tidak mengetahui hak-hak kedua orang tuanya.
Kami ingin sampaikan kepada anak-anak, agar mereka termotivasi dalam berbakti kepada kedua orang tua, khususnya bagi yang telah melalaikan hak mereka, dan ingin memperbaiki hubungannya dengan kedua orang tua mereka.
Kami katakan demikian, karena keadaan manusia di zaman sekarang terlihat jelas oleh semua orang, entah itu baik atau pun buruk.
Sebagian perilaku kaum muslimin zaman ini sangat tidak baik, di mana sebagian orang memperlakukan kedua orang tua yang telah melahirkan dan mendidik mereka, dengan perlakuan hina, ejekan dan merendahkan mereka.
Ada seseorang yang menghormati istrinya dan merendahkan ibunya. Ada yang duduk berdekatan dengan temannya, namun duduk berjauhan jika bersama bapaknya.
Apabila duduk berdekatan dengan kedua orang tua, ia merasa seolah-olah duduk di atas bara api, sehingga ia tidak bisa bertahan lama, satu menit terasa satu jam bahkan lebih.
Semoga kita menjadi orang tua yang baik bagi anak-anak kita, dan menjadi anak-anak yang berbakti kepada orang tua kita. Amin.
[BersamaDakwah]
Posting Komentar