Assalamu'alaikum...

Benarkah Ledakan di Sarinah, Thamrin, Jakarta Adalah Rekayasa Penguasa?


Ledakan di Sarinah, Thamrin, Jakarta Adalah Rekayasa Penguasa? (2-habis)









JAKARTA- Mungkin saja ucapan dari salah satu filsuf berpengaruh dan acapkali mengkritisi kebijakan Amerika Serikat, Noam Chomsky bisa menjadi pandangan bagaimana ledakan di Thamrin, Jakarta beberapa waktu lalu. Mengingat para pengamat ada yang menyatakan bahwa ledakan yang terjadi beberapa waktu lalu itu bisa jadi adalah rekayasa atau buatan dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, untuk melanggengkan kekuasaan.
Salah satunya datang dari pengamat teroris Mustafa Nahrawardaya. Berikut ulasannya dari akun Twitter pribadi miliknya:
“Fakta Kekerasan menggunakan bahan peledak maupun senjata rakitan memang ada. Tapi intelijen jangan mudah menyerah membongkar kejanggalannya. Kalau intelijen Indonesia hanya pasrah menerima kejadian dan tanpa mau menganalisa kejanggalan di lapangan, apa jadinya? Biasanya, dalam kasus pembunuhan biasa, intelijen sangat jeli membongkar kejanggalan di tempat kejadian perkara (TKP). Ini kejadian pembunuhan di Sarinah, lho. Saya belum melihat ada pihak-pihak resmi Pemerintah yang menyatakan bahwa aksi teror di Sarinah sarat kejanggalan.
Padahal ada. Kenapa? Kasus sepert Bom Sarinah ini kalo hanya dilihat snapshot, ya seperti peristiwa terorisme biasa. Tapi kalau dilihat detail, banyak yang tidak lazim. Mungkin karena hanya pasrah dan tidak menganalisa kejanggalan TKP, maka Hotel Marriotts bisa dibom dua kali dalam 5 tahun. Karena tidak dianalisa kejanggalan di TKP, maka mungkin masuk akal juga jika Bali sampai dua kali dihajar Bom. Alam Sutera malah berkali2 dihajar bom meski akhirnya diketahui pelaku bukan ISIS dan bukan Islam. Maka analisa kejanggalan itu penting.
Kejanggalan di TKP Bom Sarinah tentu Polisi yang paham betul harus dimulai darimana. Jadi saya berharap kejanggalan tersebut dipelajari detail. Yang perlu dipelototi di TKP Bom Sarinah banyak. Tapi kejanggalan yang paling mencolok barangkali hanya beberapa saja dapat ditemukan. Untuk mengurai kejanggalan Bom Sarinah, maka CCTV sekitar TKP harus dibuka setidaknya SEMINGGU sebelum hari H. Jangan dimulai di hari H. Saya melihat ada banyak CCTV yg mengarah ke TKP Bom Sarinah. Baik itu CCTV di Fasum atau CCTV gedung swasta.
Bongkar kejanggalannyaDari analisa CCTV, maka akan diketahui kapan persiapannya. Dari mana pelaku masuk ke TKP dan siapa yang "mendampingi" mereka sebelum beraksi. Rekaman CCTV dan dokumen amatir di TKP, bisa digabung. Mungkin akan ditemukan banyak fakta. Akan ditemukan kejanggalan dan keganjilan. Apalagi video yang sudah beredar cukup banyak, maka seyogyanya itu bisa dipakai untuk bantu polisi menemukan kejanggalan Bom Sarinah. Mungkin ada yg bertanya, untuk apa kejanggalan dipelajari?
Ya tentu agar akurat dalam memburu kelompok pelaku Bom Sarinah. Tak salah tangkap. Saya khawatir perburuan ke depan bisa salah sasaran HANYA karena kejanggalan di TKP tidak dipelajari. Atau, hanya pasrah dgn situasi. Bagi saya, Fenomena Bom Sarinah belum terjadi sebelumnya. Terbuka, begitu cepatnya penanganan, Presiden, Menteri di TKP tanpa alat pengaman. Lihat saja pelaku berbaju hitam yang khas itu, beraksi dengan wajah pandangan kosong. Melenggang tak segera dilumpuhkan padahal banyak polisi. Pelaku mengenakan busana ala anak muda.”

 Benarkah ledakan di Thamrin beberapa waktu lalu banyak keganjilan? Mulai dari rekaman, aksi peneror, dan sikap masyarakat? Ini analisa, pandangan dari pengamat teroris sekaligus aktivis Muhammadiyah, Mustafa Nahrawardaya.
“Tanpa penutup muka. Santai mempersiapkan aksi di tengah hiruk pikuk massa. Gak lazim. YANG saya maksud orang ini. Senpi-nya cuma rakitan. Bisa beraksi di depan aparat dengan bebas seperti ini. Janggal. Pelaku terlihat memuntahkan peluru dan ter-dokumentasikan. Bahkan dalam sebuah foto terlihat pelaku menembak polisi jarak dekat sekali. Harus diteliti apakah korban luka polisi adalah akibat dari tembakan pelaku?
Kalau memang pelaku adalah teroris ISIS, apa seperti itu style-nya? Misalnya video (tersebar di publik). Kalau mau bunuh banyak orang, kenapa dia bunuh diri di tempat kosong. Jika benar bunuh diri, ya? Jika dilihat dengan teliti, maka saya lebih meyakini dua orang ini meledak karena dibom oleh pihak lain. Bukan bunuh diri. Setidaknya, dua orang ini seperti tak sadar sedang menjadi mortir oleh pihak lain yg punya "remote control.
Perhatikan jika bom bunuh diri. Kenapa tasnya masih utuh? Maka intelijen harus kritisi fakta ini. Foto ini sudah banyak beredar. Sebuah pemandangan cukup ganjil. Tak adakah intelijen yang tahu proses ini? Beruntung saat yang bersamaan Bom Sarinah, Polisi kita sedang ada di dekat TKP untuk amankan demo. Jadi mungkin ini sudah Allah atur. Kalau gak ada pengamanan demo di dekat TKP Bom Sarinah, mungkin kehadiran aparat tak secepat kemarin. Ada yang tahu itu demo apa? Siapa yang demo?
Satu hal yg perlu diperhatikan bapak-bapak Polisi. Mohon yang tidak pakai baju rompi atau alat pengaman, sebaiknya tidak ikut penyergapan. Kemarin saya lihat banyak polisi berpakaian dinas maupun berpakaian sipil tanpa rompi, ikut berlarian dan ikut menyergap. Beresiko. Perhatikan petugas berbaju putih, sama sekali tak mengenakan rompi. Bagaimana jika tertembak? Kawan saya Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Muh Iqbal juga terlihat berlarian menyergap tanpa rompi. Apa ini gak beresiko?
Soal kaitan Bom Sarinah & ISIS, setidaknya didapat dari 3 sumber: Penyidik/Intelijen, Pengakuan Pelaku yang masih hidup, atau Klaim dari ISIS. Jika hanya dari pengakuan pelaku yang masih hidup, maka keterkaitan dengan ISIS harus diteliti lagi. Pelaku yg tertangkap mungkin cari selamat. Oleh karenanya, bagi pelaku yang sudah berada di tangan aparat, lebih aman jika mengaku bagian dari ISIS. Logikanya seperti itu.
Pelaku Bom Sarinah yg tertangkap, akan memilih mengaku sebagai Jaringan ISIS atau Kelompok Si A, Si B, karena mereka khawatir disiksa jika bungkam. Tapi kalo keterkaitan pelaku dengan ISIS hanya berdasarkan klaim dari kelompok yg mengaku ISIS, apalagi dilakukan via media sosial, nanti dulu. Apalagi keterkaitan dengan ISIS semata-mata karena ada klaim dari LN, ya intelijen jangan mudah percaya. Harus memutar otak. Agar tidak fitnah.
Nah, terkait Bom Sarinah pun akhirnya dihubungkan dengan ISIS, karena ada akun medsos ngaku milik ISIS yang klaim Bom Sarinah adalah kerjaannya. Perhatikan Klaim ISIS atas Bom Sarinah ternyata HANYA bersumber dari akun Twitter. Dan saya yakin Pemerintah Indonesia tak begitu mudah dikadali media sosial. Lucu rasanya, klaim ISIS kok via medsos. Demikianlah. Saya hanya meminta dengan sangat agar penyelidikan dan penyidikan atau penegakan hukum terkait terorisme, profesional saja. Thanks.”
 (voa-islam.com)

Share this post :

Posting Komentar

Postingan Populer

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

 
Support : dzulAceh | DownloadRPP | Abiba Smart
Copyright © 2023. Hanya Guru Biasa - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Modified by Guru Biasa
Proudly powered by Blogger