Penulis : KH Abdullah Gymnastiar
"Ya Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang
mencintai-Mu, dan mencintai amal yang dapat menghantarkan aku pada
cinta-Mu." (HR Tirmidzi)
Seharusnya tidak ada yang harus kita impikan dalam hidup
selain meraih cinta dan kasih sayang Allah. Tampaknya, terlalu rendah
bila kita sekedar memimpikan kekayaan, jabatan, popularitas, dan
aksesoris duniawi lainnya. Tidak berarti semua itu tanpa mendapatkan
cinta dan kasih sayang Allah. Dunia hanya sementara, dan kalau tidak
hati-hati malah bisa menjerumuskan.
Hakikatnya, semua yang ada mutlak milik Allah. Maka, alangkah
bahagianya bila kita dicintai oleh Dzat yang pemilik semua itu. Tidak
ada lagi yang harus kita takutkan seandainya Allah sudah mencintai
kita. Namun, betapa nestafanya hidup bila kita jauh dari Allah, atau
na'udzubillah bila sampai dibenci Allah. Inilah kerugian yang tiada
bandingannya.
Ada sebuah hadis dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW
bersabda, "Sungguh, jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan
memanggil Jibril, lalu berfirman: 'Aku sungguh mencintai si Fulan,
cintailah ia!'. Maka ia pun dicintai penghuni langit. Kemudian ia
diterima di bumi. Sebaliknya jika Allah membenci seorang hamba, maka
Allah akan memanggil Jibril, lalu berfirman: 'Aku sungguh membenci si
Fulan, bencilah ia!'. Maka, Jibril pun membencinya dan berseru kepada
penduduk langit, 'Sungguh, Allah membenci si Fulan, maka bencilah
ia'. Lalu ia pun dibenci penghuni langit. Kemudian ia mendapatkan
kebencian di bumi" (HR Bukhari, Muslim, dan Tirmidzi).
Pertanyaannya, bagaimana cara kita meraih cinta Allah ? Jawabannya
sederhana, paksakan untuk selalu melaksanakan amalan-amalan yang
disenangi Allah dan rasul-Nya. Allah mencintai kedermawanan, maka
jadilah kita hamba yang dermawan; tiada hari tanpa bersedekah. Allah
mencintai sholat tepat waktu dan berjamaah, maka jadilah kita hamba
yang selalu bersegera menyambut seruan adzan. Dan banyak lagi.
Tidak mudah memang melaksanakan semua amalan tersebut. Perlu ilmu,
proses, dan kesungguhan. Namun, itulah kewajiban sekaligus tantangan
bagi seorang Muslim.
Ada enam langkah yang dapat kita praktikkan. Pertama, miliki tekad
yang kuat untuk menjadi hamba yang dicintai Allah. Tanpa adanya tekad
dan kemauan yang kuat mustahil kita bisa meraih keutamaan tersebut.
Kedua, buat target. Susunlah amal-amal yang dicintai Allah, lalu
targetkan amal mana saja yang dapat kita lakukan (sesuai kemampuan
diri). Usahakan target ini dibuat tertulis dan terukur.
Ketiga, siapkan sarana pendukung. Misalnya, menyediakan buku-buku
berkualitas dan membangkitkan, memasang kata-kata motivasi di kamar,
bergaul dengan ulama, dan lainnya. Keempat, lawan dan kalahkan rasa
malas saat hendak beramal. Malas adalah kendaraan syetan. Tiada
sedikit pun keberuntungan dengan memperturutkan kemalasan. Kelima,
sempurnakan setiap kali beramal. Jangan setengah-setengah.
Dan keenam, mohonlah kepada Allah agar digolongkan menjadi hamba yang
dicintai-Nya. Ada sebuah doa yang dicontohkan Rasulullah SAW, Ya
Allah, aku sungguh memohon cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-
Mu, dan mencintai amal yang dapat menghantarkan aku pada cinta-Mu".
Posting Komentar