“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. Al-Maidah [5] ayat 54)
Dunia bukanlah hal abadi, begitu pula isinya. Jadi tak heran jika ketetapan hati seseorang pun berubah. Tak terkecuali seorang ulama Islam. Dengan pelbagai alasan mereka mengubah keyakinannya menjadi pengikut Yesus Kristus.
Hal mendasar dari perubahan keyakinan mereka yakni tidak sesuainya perilaku Muslim masa kini dengan kitab sucinya, Al-Quran. Kitab yang terjaga kemurniannya hingga akhir zaman ini memang mengajarkan kebaikan, toleransi, namun beberapa contoh eksis dan diungkap media menjadikan Muslim mendapat predikat “barbar”.
Apa pun alasannya sungguh tidak dibenarkan mengakui diri sebagai yang paling baik sebab kebaikan dan kebenaran hanya milik Allah.
Dilansir dari situs journeytoorthodoxy.com, berikut dua ulama terkenal yang memutuskan untuk murtad:
Dr Mark Gabriel Mustafa
Dr Mustafa kini dikenal dengan nama Mark Gabriel. Dia seorang mantan ulama dan guru besar di Universitas Al Azhar, Ibu Kota Kairo, Mesir. Dia mengubah keyakinannya pada 1994 setelah melalui serangkaian peristiwa hidup yang membuatnya enggan menjadi muslim.
Lelaki kelahiran Kairo 30 Desember 1957 ini sebenarnya lahir dan tumbuh di lingkungan dan budaya Islam yang ramah. Namun pergaulannya setelah mengunjungi beberapa negara Barat dan Timur membuatnya jauh dari Islam. Dia menemukan fakta beberapa pemimpin muslim justru mengajarkan kekerasan pada pengikutnya.
Saat dia kembali ke Al-Azhar dan pihak kampus mendengar kesalahpahaman dia mengenai Islam, dia pun dikeluarkan lalu ditangkap dan dibiarkan kelaparan selama tiga hari. Setelah itu dia dilepas tanpa pegadilan apa pun. Gabriel semakin kehilangan keyakinannya pada Islam lantaran dia merasa tak menemukan kedamaian di lingkungan Muslim.
Namun, sebagian kalangan menyatakan bahwa cerita ini adalah hoax dan sudah diklarifikasi oleh Al-Azhar.
Namun, sebagian kalangan menyatakan bahwa cerita ini adalah hoax dan sudah diklarifikasi oleh Al-Azhar.
Dr Imad Uddin Lahiz
Almarhum Dr Imad Uddin Lahiz mungkin mantan ulama Islam paling tersohor murtad. Lelaki kelahiran India 1830 ini meriwayatkan hidupnya dibesarkan di lingkungan keluarga Muslim taat bahkan hampir seluruh kerabatnya menjadi ulama tersohor di Negeri Hindustan itu.
Dia generasi keempat dari keluarga ulama garis keturunan ayahnya Muhammad Siraj Uddin berpengalaman dalam fikih dan ilmu Islam. Lahiz juga seorang penerjemah Al-Quran ke bahasa Urdu serta menulis beberapa tafsir.
Ketertarikannya pada ajaran Kristen dimulai saat terjadi pederbatan digelar di Kota Agra pada 1854. Sisi Kristen diwakili pendeta asal Jerman Karl Gottlieb Pfander sementara pihak muslim diwakili saudara-saudara Lahiz yakni Rahmatullah Kairanawi dan Muhammad Wazir Khan.
Dalam perdebatan itu Pfander menarik diri sebab dirinya mendapat protes keras dari kalangan misionaris Katolik di India. Namun pertanyaan-pertanyaan soal validitas Islam mengena di hati Lahiz. Dia pun mempelajari kehidupan seorang sufi yang juga murtad, Maulvi Safdar Ali dan menemukan pria itu hidup tenang di bawah keyakinan Yesus Kristus terutama di negara yang dikuasai Barat.
Demi mendapatkan keselamatan dan ketenangan hidup, Lahiz pun pindah agama dan diikuti pula oleh istri dan kesembilan anaknya.
(HP/MediaIslamia.com)

Posting Komentar