![]() |
| Peter Thiel, salah satu otak di belakang Facebook |
Menurut laporan, media, Facebook berakar kata dengan Faceit, sebuah kata yang terkenal sebagai jargon Yahudi dalam menguasai dunia.
Ada yang menarik dari sini, mengenai teman-teman Mark Zuckerberg pemilik sosial media Facebook, The Guardian pada 14 Januari 2008 menerbitkan sebuah artikel yang mengatakan, orang sebenarnya yang berada dibalik Facebook adalah Peter Thiel, bukan hanya seorang Yahudi namun juga seorang Zionis di Facebook.
“… Wajah sebenarnya di balik Facebook adalah Silicon Valley 40 tahun, seorang kapitalis ventura dan filsuf futuris Peter Thiel,” lapor The Guardian.
Namun, Guardian tidak menyebutkan bahwa sebenarnya Thiel punya agenda Israel, Mi’raj Islamic News Agency (MINA) menyebutkan dalam sebuah artikelnya.
Dalam sebuah artikel yang ditulis di situs Institut Adelson yang berbasis di Israel, mengungkapkan beberapa pernyataan Thiel yang mendukung teori “agenda-Israelnya”.
” Saya percaya masa depan ada dalam teknologi dan dalam arti ini Israel benar-benar mungkin menjadi negara masa depan,” katanya dalam sebuah sesi diskusi yang diadakan institute tersebut. Menurut media Israel, Thiel memiliki hubungan erat dengan lembaga Adelson ini.
Institut Adelson yang berlokasi di Al-Quds (Yerusalem) merupakan lembaga Yahudi dengan pemilik Zionis 100 persen.
Institut ini didirikan dan diketuai oleh Natan Sharansky pada 2007. Menurut media Israel, Institut Adelson berfungsi sebagai Pengembangan Kajian Strategis, mengartikulasikan dan membangun dukungan untuk prinsip-prinsip strategis guna mengatasi tantangan yang dihadapi Israel dan Barat.
Adapun Natan Sharansky adalah seorang rasis Yahudi Rusia dan politisi Israel (mantan wakil Perdana Menteri) terkenal karena sikapnya yang keras terhadap Palestina.
Sharansky menyebut perlawanan Palestina sebagai “terorisme”, di mana pada 15 Januari 2009 dia menulis di Bloomberg.com dengan merujuk Palestina sebagai teroris yang seperti kanker.
“Terorisme adalah kanker yang tidak dapat disembuhkan melalui perawatan ‘proporsional’. Namun bisa dikalahkan melalusi sebuah operasi invasif,” tulisnya.
Terlepas dari itu, hubungan Facebook dan orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak bisa dipungkiri sangat erat dengan Israel dan Zionisme. Mawas diri untuk kritis sangat diperlukan 69 juta pengguna Facebook dalam hal ini.
(HP/MediaIslamia.com)

Posting Komentar