![]() |
| Hasyim Muzadi, mantan Ketua PBNU (Foto: Republika) |
"Karena dia (Ulil) sejarahnya aneh-aneh, ya nggak salah yang nyekal," ucapnya di sela-sela acara Silaturrahmi Tokoh Nasional Lintas Agama, di Gedung ICIS Kebayoran, Jakarta Selatan, (14/10), Republika OL memberitakan.
Hasyim menghimbau agar Ulil untuk tidak melakukan tindakan yang di luar kewajaran umat beragama. "Agama ya begitu itu, mau dibikin aneh-aneh gimana lagi. Yang wajar saja lah. Jangan aneh-aneh," katanya.
Hasyim juga mengimbau umat Islam untuk meninggalkan paham liberalisme. Paham liberal dianggap paham yang tidak sejalan dengan semangat Islam.
"Saya mengimbau umat Islam untuk meninggalkan liberalisme," ujarnya. "Kalau di negara Muslim dianggap setengah kafir. Kalau di negara Eropa dianggap kurang sempurna kafirnya."
Sebelumnya, Ulil dikabarkan dicekal untuk Masuk negeri Jiran lantaran dikhawatirkan menyebarkan paham liberal dalam beragama. Paham liberal Ulil dianggap berpotensi merusak akidah. Ulil sebelumnya diundang ke Malaysia untuk menjadi pembicara dalam sebuah seminar.
Namun Ulil membantah, bahwa pencekalannya sejatinya merupakan dampak dari perebutan eksistensi politik antar kelompok Islam di Internal Malaysia. Dia menyayangkan adanya pencekalan tersebut.
"(pencekalan) ini, efek dari permainan politik di internal Malaysia," ujar Ulil.
(HP/MediaIslamia.com)

Posting Komentar