Jokowi - JK ternyata batal membentuk kabinet ramping seperti janjinya ketika kampanye.
Jumlah menteri Jokowi-JK tetap 34 seperti era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jumlah ini mengikuti usulan dari JK.
Meskipun, kabarnya ada beberapa kementerian yang berganti nama, digabung dan ada kementerian baru.
Keputusan Jokowi ini menambah panjang deret kebohongannya pada pemilih loyalnya -yang entah mengapa seperti kerbau dicucuk hidungnya- dan kepada seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tak memilih Jokowi.
Kebohongan ini menunjukkan, Jokowi tak memiliki solusi apapun untuk mengatasi persoalan keuangan di negeri ini.
Janji Jokowi untuk menghemat APBN dengan membentuk kabinet yang ramping tak terbukti. Jokowi bahkan berencana menaikkan gaji pejabat negara, dan menghapus subsidi BBM.
Benar kiranya anggapan beberapa pihak yang menilai kabinet ini sebagai wujud balas budi Jokowi pada para donatur dan pendukungnya. (fs)
Jumlah menteri Jokowi-JK tetap 34 seperti era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jumlah ini mengikuti usulan dari JK.
Meskipun, kabarnya ada beberapa kementerian yang berganti nama, digabung dan ada kementerian baru.
Keputusan Jokowi ini menambah panjang deret kebohongannya pada pemilih loyalnya -yang entah mengapa seperti kerbau dicucuk hidungnya- dan kepada seluruh rakyat Indonesia, termasuk mereka yang tak memilih Jokowi.
Kebohongan ini menunjukkan, Jokowi tak memiliki solusi apapun untuk mengatasi persoalan keuangan di negeri ini.
Janji Jokowi untuk menghemat APBN dengan membentuk kabinet yang ramping tak terbukti. Jokowi bahkan berencana menaikkan gaji pejabat negara, dan menghapus subsidi BBM.
Benar kiranya anggapan beberapa pihak yang menilai kabinet ini sebagai wujud balas budi Jokowi pada para donatur dan pendukungnya. (fs)

Posting Komentar