Tara Palasara
Baru saja, sekitar 45 menit yang lalu, admin dari FP Jokowi memposting status tentang JANJI-JANJI JOKOWI seputar Mobil Esemka... yang menarik dari postingan FP Jokowi kali ini adalah dengan mudahnya mereka Jokowi Lover tersihir dengan postingan ini. Ini saya kutip salah satunya :
R**** '****' N***** : Statement bapak lgsg menepis isu para haters saat kampanye bahwa esemka hanya pencitraan... Kita pendukung bapak tahu bahwa level walikota tidak bisa bikin kebijakan esemka menjadi mobil nasional, memang bapak Jokowi harus jadi Presiden dulu baru esemka bisa jadi mobil nasional... Sukses pak, jadi kan esemka sebagai mobil nasional, klo perlu nanti mobil dinas para mentri dan pejabat daerah lainnya, esemka saja
Suka · Balas · 9 · 27 menit
------------------
Pendukung Jokowi semacam yang saya kutip itulah yang saya maksudkan sebagai korban pencitraan akibat bombardir media yang rajin memoles citra Jokowi. Yuk kita ulas yuk.... :
1]. Kita pendukung bapak tahu bahwa level walikota tidak bisa bikin kebijakan esemka menjadi mobil nasional, memang bapak Jokowi harus jadi Presiden dulu baru esemka bisa jadi mobil nasional.
ULASAN : pendukung Jokowi ini pernah tahu gak yaa... kalau Orang yang sangat digdaya di masanya, yaitu alm. Presiden Soeharto, pernah membuat kebijakan soal Mobil Nasional [waktu itu Mobil Timor] dengan mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah... mulai dari pembiayaan, kebijaksanaan impor, hingga "menganjurkan" pemakaiannnya di lembaga-lembaga negara. Itu semua rontok ! kenapa ? karena market itu sulit di driver... sulit di arahkan... Pasar tidak bisa dipaksa untuk mengakui bahwa Mobil Timor adalah Mobil Nasional dengan demikian layak untuk dibeli dengan berbagai penyebabnya [terlalu panjang jika dibeberkan di sini]. Padahal kita semua tahu, bahwa Mobil Timor itu adalah mencangkok dari teknologi Korea Selatan yang secara mutu tidak terlalu kalah jauh dari Jepang ?! sedangkan Mobil Esemka.... untuk sekedar jujur bahwa mesin Esemka itu pabrikan mana saja, Jokowi tidak pernah mau mengatakan... [adapun kalau ternyata saya -nya yg kurang up date, mohon diluruskan yah...].
2]. Sukses pak, jadi kan esemka sebagai mobil nasional, klo perlu nanti mobil dinas para mentri dan pejabat daerah lainnya, esemka saja.
ULASAN : saya tidak bisa menebak persis, pernyataan Jokowi Lover tersebut adalah sebuah harapan ATAU ketidaktahuan terhadap perkembangan berita, pasalnya :
a). Jangankan menjadikan Mobil Esemka sebagai Mobil Dinas para Menteri.... lhah untuk menjadikan Mobil Esemka sebagai Mobil Dinas Gubernur yang beliau Pak Jokowi adalah Gubernurnya, saja TIDAK MAMPU.... apalagi sebagai mobil dinas menteri ? dan pula sudah pada tahu belum ya, kalau Walikota Solo FX RUDI HADYATMO [tadinya Wakil Wali Kota Solo - Pak Jokowi] juga menghentikan pemakaian Mobil Esemka sebagai Mobil Dinas karena dinilai masih jauh dari layak. catatan : harap komentar saya ini JANGAN dipersepsikan negatif, justru ini adalah tantangan kepada Pak Jokowi... kalau tidak mau disebutkan sebagai pencitraan, maka sehari setelah dilantik nyatakan bahwa Mobil Esemka adalah Mobil Dinas bagi para Menteri... maka tanpa dikomando, seluruh rakyat Indonesia akan tepuk tangan untuk Pak Jokowi.
b). Hendrawan Supratikno, politisi senior PDI Perjuangan, jauh-jauh hari sudah melakukan kontra isu bahwa Mobil Esemka masih belum layak menjadi Mobil Kepresidenan. Artinya, sudah ditanamkan ke publik untuk bisa harap maklum kalau Jokowi belum bisa menggunakan Mobil Esemka
KESIMPULAN : Jadi, apa yang diucapkan Jokowi ini TETAP ADALAH SEBUAH PENCITRAAN dengan based on history yg ada...
PENUTUP : walaupun pernyataan status saya ini sangat keras, tapi harap jangan diartikan sebagai kenyinyiran pendapat bahwa saya menentang pengembangan Mobil Nasional. Sekedar informasi saja, Bangsa Indonesia sudah berkali2 berupaya merintis usaha pengembangan Mobil Nasional baik yang resmi oleh Pemerintah maupun oleh Kelompok Usaha. Selain Timor, masih ada BIMANTARA [oleh Pengusaha Bambang Trihatmodjo], MALEO [oleh Pak Jusuf Kalla] dan SEMUANYA RONTOK.
Dengan demikian, menggelorakan Mobil Nasional tanpa di dukung dengan kompetensi yg memadai adalah bombastis dan cenderung popularitas. Mendingan BEKERJA DALAM SENYAP.... kemudian muncul dengan produk mobil yang berkwalitas.... baru 'deh, silahkan untuk mengambil gain [keuntungan] pencitraan. Nah ini, belum2 udah kebanyakan publikasi...
Salam INDONESIA RAYA !

Posting Komentar