Assalamu'alaikum...

Dibalik Maraknya Drama India di Layar Kaca

jodha akbar edit Maraknya Drama India di Layar Kaca
BUKAN rahasia lagi bahwa dunia hiburan khususnya di layar kaca telah digandrungi oleh masyarakat kita. Pada periode sebelumnya, kita disuguhkan oleh banyak nya acara hiburan bertema musik. Tetapi kemudian acara tersebut dibalut oleh aksi goyangan dan sempat booming beberapa bulan yang lalu. Sehingga hampir semua chanel TV yang memiliki acara musik melahirkan goyangan untuk menghipnotis para penontonnya.
Banyaknya chanel TV yang ada di Indonesia, menjadikan mereka berlomba-lomba mencari tayangan yang mampu menaikkan rating mereka. Mereka tidak mdempertimbangkan dampak apa yang akan didapat oleh para penontonnya. Atau mungkin ada unsur kesengajaan didalamnya. Artinya, ada misi tersembunyi dalam acara yang disuguhkan kepada masyarakat kita.
Memang acara musik tidak sepenuhnya ditinggalkan oleh para penonton. Namun, acara itu saat ini kurang mengangkat rating. Kali ini ada fenomena baru muncul. Setelah sebelumnya serial korea berhasil merajai dan juga merubah pola pikir kalangan muda kita, serial India juga ikut meramaikan tayangan di beberapa chanel Indonesia.
Sebut saja Mahabarata, Ramayana, Jodha Akbar, dan The Adventure of Hatim yang tayang di ANTV. Acara tersebut ditayangkan di waktu Prime time. Disaat prime time inilah orang lebih banyak melakukan aktivitasnya di depan televisi ketimbang waktu-waktu yang lain.
Sangat aneh, kenapa bermunculan serial drama India di chanel-chanel Indonesia. Padahal sudah cukup banyak sinetron Indonesia yang tidak layak tayang dan masih berkeliaran di beberapa chanel kita. Setiap sinetron pasti memunculkan adegan-adegan yang tidak pantas ditiru oleh anak-anak dan remaja.
Pada tanggal 16 September 2014, sebuah akun Rating  TV merilis beberapa acara-acara yang masuk pada ranking 30 besar. Mirisnya, 7 acara terbesar peraih rating tersebut semuanya adalah acara yang tidak pantas disimak oleh anak-anak dan remaja.
Situasi ini sangat mengkhawatirkan. Masyarakat kita menganggap tayangan-tayangan tersebut hanya sebuah tontonan. Padahal secara tidak langsung, para penonton tengah disihir dan diubah pola pikirnya agar mengikuti apa yang mereka lihat. [fha/islampos/ratingtvindonesia]
Share this post :

Posting Komentar

Postingan Populer

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

 
Support : dzulAceh | DownloadRPP | Abiba Smart
Copyright © 2023. Hanya Guru Biasa - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Modified by Guru Biasa
Proudly powered by Blogger