Assalamu'alaikum...

Tips Agar Konflik Ibu dan Anak Tidak Terjadi

Hal-hal Penting Agar Konflik Ibu dan Anak Tidak TerjadiPerbedaan sudut pandang antara ibu dan anak perempuannya sering kali terjadi dalam sebuah keluarga. Dan hal itu akhirnya bisa saja membuahkan konflik, bahkan saling membuka aib. Sungguh disayangkan, sering pula kita melihat kasus perselisihan antara ibu dan anak perempuannya di kalangan artis yang ditayangkan di media televisi dan akhirnya menjadi konsumsi publik.
Beberapa kasus yang terjadi sebenarnya bisa memberi pelajaran bagi kita, khususnya para ibu yang memiliki anak gadis, untuk mawas diri. Benih- benih konflik antara ibu dan anak bisa saja berpotensi meledak, justru ketika sang anak sudah dewasa. Bahkan dalam beberapa kasus, anak sampai kabur dari rumahnya.
Karena itu, jangan sampai kita menanam benih-benih itu sejak kecil. Sebab, sedari buaian, bahkan sejak dalam kandungan, anak konon bisa merasakan, apakah ia dikasihi oleh orang tuanya atau tidak. Segala sikap, perkataan, bahasa tubuh dan sentuhan dari orang tuanya, bisa diterjemahkan sang anak sebagai bentuk kasih sayang atau sebaliknya, kebencian.
Nah, berikut beberapa hal yang dikutip dari detikislam.com, yang mungkin bisa menjadi inspirasi untuk memperbaiki pola hubungan ibu dan anaknya, terutama gadis yang mulai tumbuh remaja:
  1. Saling memaafkan dan berdamai dengan masa lalu. Jika ibu atau anak pernah melukai perasaan masing- masing, cobalah memaafkan. Lebih baik tidak usah diingat- ingat kenangan buruk yang pernah terjadi, tatap ke depan dan perbaiki hubungan. Yakinlah, ada jutaan kenangan manis yang lebih layak dikenang dibanding secuil perselisihan. Wajarlah, berinteraksi dalam rumah sekian lama muncul gesekan, tapi tidak usah dibesar- besarkan.
  2. Komunikasi efektif. Ngobrollah. Usahakan saling berkomunikasi dua arah sesering mungkin, sebanyak yang bisa dilakukan dan seefektif mungkin. Jalin keakraban sejak kecil dengan berbagai curhatan baik oleh anak maupun ibu. Jadikan anak layaknya sahabat tempat berbagi. Tak usah merasa anak terlalu kecil untuk diajak bicara.
  3. Saling menulis surat. Jika komunikasi lisan terkendala, sesekali mintalah anak menulis surat untuk ibu dan ibu menulis surat untuk anak, tentang apa yang ada dalam benak masing-masing. Apa yang diharapkan dari ibu dan sebaliknya. Tentunya dengan sebuah perjanjian, tidak menyembunyikan perasaan yang sesungguhnya. Dan, tidak boleh tersinggung jika isi suratnya ternyata kurang berkenan. Disinilah proses perbaikan itu dimulai.
  4. Cari kegiatan berdua yang disukai. Sediakan waktu untuk mengadakan kegiatan khusus dengan sang anak. Ajak belanja, bersepeda, berselancar di dunia maya, membaca buku atau mendiskusikan novel yang sama, memasak, tadabur alam, jalan- jalan atau hobi lainnya. Pokoknya kegiatan yang seru dan menyenangkan bagi keduanya. Termasuk, membuka album foto dan mengisahkan kembali masa-masa kecilnya.
  5. Memuji dan mengapresiasi anak. Mungkin anak tidak punya prestasi, terkesan biasa saja, tidak membanggakan, lamban, tidak kreatif, dll. Itu semua terkadang jadi sumber kemarahan dan kejengkelan ibu. Ibu harus berbesar hati, mengalah, bersabar dan menahan diri. Ayolah bunda, segera temukan sisi positif anak. Ibulah yang bisa membantu mengasahnya. Setelah ketemu, tunjukkan pujian dan rasa bangga padanya. Anak itu sejak kecil senang dipuji, bukan? Bahkan orangtua pun maunya dipuji, bukan dicaci.
  6. Saling menjaga kehormatan. Sehebat apapun pertengkaran yang pernah terjadi, ibu tetaplah orang tua yang harus dihormati: Jangan sampai anak mengendalikan ibu, berkata kasar atau membuka aibnya. Sebaliknya, anak tetaplah anak ibu yang juga harus diperlakukan dengan pantas pula. Jangan sampai ibu sebagai orangtua merasa berkuasa atas anak sehingga bisa semena-mena. Jagalah martabat dan kehormatan keluarga, itu yang utama.
  7. Saling mendoakan. Peliharalah hubungan baik dengan saling mendoakan. Mintalah anak untuk mendoakan Anda, ibunya, agar senantiasa diberi umur panjang sehingga tetap bisa mengasuh dan melihat sang anak dewasa. Mintalah anak mendoakan agar diberi kesabaran, kebijaksanaan dan keluasan kasih sayang. Lalu katakan pada anak, ibupun selalu mendoakan kebaikan ananda, baik kemudahan dalam menuntut ilmu, kesehatan, kesuksesan dan kebahagiaannya.
Dengan izin Allah, pemeliharaan dan perawatan yang baik hubungan ibu dan anak akan membuahkan keharmonisan dan limpahan kasih sayang. Semua itu butuh waktu, energi dan pengorbanan besar, khususnya oleh orangtua yang dituntut senantiasa bijak.
(fauziya/muslimahzone.com)
Share this post :

Posting Komentar

Postingan Populer

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

 
Support : dzulAceh | DownloadRPP | Abiba Smart
Copyright © 2023. Hanya Guru Biasa - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Modified by Guru Biasa
Proudly powered by Blogger