
PEMIMPIN sayap militer Hamas mengatakan tidak akan ada gencatan senjata di Gaza kecuali jika Israel menghentikan pengepungan. Pernyataan itu dikatakan hanya beberapa waktu setelah upaya gencatan senjata 24-jam buntu karena perbedaan pendapat.
Gencatan senjata, menurut al-Qassam, baru bisa terjadi jika Israel mengangkat blokade atas wilayah Gaza, Palestina. Demikian pernyataan Komandan Brigade al-Qassam, Mohammed Deif.
Deif menambahkan telah terjadi perubahan keseimbangan kekuatan selama invasi Israel di Gaza yang sudah berlangsung tiga minggu. Semula Israel meluncurkan serangan udara, yang diikuti dengan pengerahan pasukan darat. Kini, Israel menghancurkan sejumlah terowongan yang digali para pejuang Palestina.
”Apakah angkatan udara dan penembakan artileri Anda (Israel) telah gagal untuk mencapai (target), sehingga melakukannya dengan pasukan darat,” ujar Deif. “Anda mengirim tentara ke rumah jagal, Insya Allah!” lanjut dia, semalam (29/7/2014), seperti dikutip Al Jazeera.
Sepuluh tentara Israel dilaporkan telah tewas dalam dua insiden terpisah pada hari Selasa (29/7/2014). Lima tentara tewas setelah pejuang Gaza memasuki Israel lewat terowongan. Lima tentara tewas sebelumnya setelah mortir memukul wilayah Eshkol. Hamas mencatat sudah 110 tentara Israel tewas dalam pertempuran. [Pz/Islampos]
Posting Komentar