
BUENOS AIRES, ARGENTINA - Anggota organisasi hak asasi manusia dan gerakan sosial telah menggelar unjuk rasa di ibukota Argentina untuk memprotes kekejaman Zionis Yahudi di Jalur Gaza yang terkepung.
Para demonstran di Buenos Aires menuntut masyarakat internasional mengambil langkah-langkah mendesak untuk diakhirinya serangan Zionis Yahudi terhadap warga Palestina.
"Permintaan utama kami adalah penarikan segera pasukan Israel dari Palestina dan sesuai dengan resolusi PBB," kata Alejandra Paiz dari Gerakan Humanis.
Mereka juga menyerahkan surat kepada Kementerian Luar Negeri, mengungkapkan tuntutan mereka tentang kekejaman Zionis Israel. Mereka meminta pemerintah untuk membekukan semua hubungan diplomatik dan ekonomi dengan rezim Tel Aviv.
Pawai itu muncul setelah tim tenis nasional Argentina menolak untuk berpartisipasi dalam Piala Davis di Tel Aviv. Pemerintah juga mengeluarkan pernyataan, menyerukan hukuman bagi mereka yang bertanggung jawab atas pembantaian di Gaza. Namun para aktivis mengatakan diperlukan hal lebih daripada hanay mengeluarkan pernyataan.
"Sejarah menunjukkan bahwa Israel tidak menghormati bahkan resolusi PBB, sehingga hanya pernyataan tidak lagi cukup, langkah-langkah yang lebih kuat dan tekanan internasional diperlukan untuk menghentikan invasi ini," kata Diego Rodriguez dari Partai Humanis.
Sejak perang mematikan Israel di Gaza dimulai pada tanggal 8 Juli, banyak demonstrasi telah diselenggarakan di seluruh dunia untuk mendukung warga Palestina yang tinggal di wilayah terblokade tersebut.
Demonstrasi telah diselenggarakan di Indonesia, Iran, India, Prancis, Inggris, Yunani, Jepang, dan Austria, Venezuela, AS dan negara-negara lainnya.
Hampir 900 warga Palestina sejauh ini telah tewas dan lebih dari 5.300 lainnya luka-luka sejak militer Zionis Yahudi melancarkan serangan terhadap daerah kantong Palestina lebih dua pekan yang lalu.
Menurut kelompok HAM yang berbasis di Gaza, 80 persen dari korban tewas adalah warga sipil dengan 30 persen dari jumlah tersebut adalah wanita dan anak-anak. (st/ptv)
"Permintaan utama kami adalah penarikan segera pasukan Israel dari Palestina dan sesuai dengan resolusi PBB," kata Alejandra Paiz dari Gerakan Humanis.
Mereka juga menyerahkan surat kepada Kementerian Luar Negeri, mengungkapkan tuntutan mereka tentang kekejaman Zionis Israel. Mereka meminta pemerintah untuk membekukan semua hubungan diplomatik dan ekonomi dengan rezim Tel Aviv.
Pawai itu muncul setelah tim tenis nasional Argentina menolak untuk berpartisipasi dalam Piala Davis di Tel Aviv. Pemerintah juga mengeluarkan pernyataan, menyerukan hukuman bagi mereka yang bertanggung jawab atas pembantaian di Gaza. Namun para aktivis mengatakan diperlukan hal lebih daripada hanay mengeluarkan pernyataan.
"Sejarah menunjukkan bahwa Israel tidak menghormati bahkan resolusi PBB, sehingga hanya pernyataan tidak lagi cukup, langkah-langkah yang lebih kuat dan tekanan internasional diperlukan untuk menghentikan invasi ini," kata Diego Rodriguez dari Partai Humanis.
Sejak perang mematikan Israel di Gaza dimulai pada tanggal 8 Juli, banyak demonstrasi telah diselenggarakan di seluruh dunia untuk mendukung warga Palestina yang tinggal di wilayah terblokade tersebut.
Demonstrasi telah diselenggarakan di Indonesia, Iran, India, Prancis, Inggris, Yunani, Jepang, dan Austria, Venezuela, AS dan negara-negara lainnya.
Hampir 900 warga Palestina sejauh ini telah tewas dan lebih dari 5.300 lainnya luka-luka sejak militer Zionis Yahudi melancarkan serangan terhadap daerah kantong Palestina lebih dua pekan yang lalu.
Menurut kelompok HAM yang berbasis di Gaza, 80 persen dari korban tewas adalah warga sipil dengan 30 persen dari jumlah tersebut adalah wanita dan anak-anak. (st/ptv)
Posting Komentar