Perang Hari ke-22
Sebagian kisah di medan perang diceritakan oleh sebagian para pejuang Palestina ketika bertempur di barisan depan selama 22 hari pertempuran darat.
Kisah Komando 1
Skuad khusus komando Brigade Izzuddin Al-Qassam ketika ditugaskan menyerang tentara penjajah Israel di pinggir Jalur Gaza, mereka menunggu m untuk menyerang di dalam sebuah lubang, namun pintu lubang tersebut dijadikan tempat parking segerombolan tank tentara penjajah Israel (tanpa mereka sadari keberadaan pejuang di bawahnya). 4 orang komando Al-Qassam yang terperangkap berpuasa selama 10 hari tanpa minuman dan makanan serta bertahan menunggu tank tersebut jalan supaya mereka dapat keluar, akhirnya mereka bisa keluar setelah hari yang ke 10.
Kisah Komando 2
Komandan skuad Al-Qassam memerintahkan seorang pasukannya yang kelelahan supaya mundur dan mencari ganti namun ditolak seraya berkata "aku tidak akan mundur kecuali aku dapat membunuh 2 orang tentara Israel atau aku akan pulang setelah syahid.."
Kisah Komando 3
Seorang komando Al-Qassam menceritakan ketika dia melihat gelagat tentara penjajah Israel di depan barisan perang medan pertempuran yang berlari sambil menjerit selepas sebuah peluru meledak didekatnya padahal tentara Israel itu mampu membalas dengan segala kelengkapan perang canggih yang dia miliki serta tank yang mereka berlindung. "Sesungguhnya aku tidak sangka mereka pengecut..," ujar komando Al-Qassam.
Kisah Komando 4
Aku melihat semangat rekan-rekanku para pejuang sangat kuat dan jitu, setiap mereka berlomba dan bersaing untuk dipilih melakukan misi di barisan paling depan, aku sendiri berhasil membunuh 2 orang tentara Israel dalam satu pertempuran head to head yang tidak lebih jarak 10 meter. Aku juga diceritakan oleh rekan komando ku di sebelah kawasan yang sama bahwa mereka berhasil meledakan sebuah pasukan tentara Israel yang duduk berhimpit di dinding sebuah rumah, kami berhasil meledakan mereka dengan sebuah bom menyebabkan sebagian tubuh mereka hancur berkeping dan menunggu lebih dari beberapa jam untuk tentara lain datang menyelamatkan mereka. Itu pun setelah seluruh kawasan sekitarnya dibom sehancur-hancurnya.
Aku menyebut mereka (tentara Israel) adalah tentara yang tidak mau berperang. Bayangkan, seorang tentara mereka yang sedang bersembunyi di balik dinding terus tiarap setelah mendengar bunyi pintu rumah yang tertutup kemudian melepaskan tembakan seperti orang gila, sehingga dia menyadari bahwa pintu tersebut bergerak disebabkan angin.
Kisah Komando 5
Di dalam satu misi kami untuk menyerang dari barisan belakang musuh, kami membidik 2 buah kendaraan bersenjata yang dipenuhi tentara mereka, kemudian kami menyerang 1 dari mereka dengan semua yang ada di dalamnya, peristiwa yang sangat aneh bila tentara di dalam kendaraan yang bersenjata itu di tidak mau turun menyelamatkan rekannya di belakang walaupun pintu kendaraan mereka sudah terbuka. Jarak antara kedua buah tentara tersebut adalah 20 meter.
Setelah kami sukses menyerang dan menghancurkan kendaran tersebut serta semua yang berada di dalamnya, kami segera ke arah sebuah kendaraan lagi, ketika jarak menjadi sangat dekat pemimpin pasukan tersebut keluar dalam keadaan yang sangat ketakutan sambil membawa senjata tetapi seakan gemetaran untuk menekan picu senjatanya, lagi-lagi setelah mendengar teriakan takbir kami. Kami pun tidak mengambil waktu yang lama terus menembak dan membunuh mereka di lokasi tersebut.
Kisah Komando 6
Dalam satu pertempuran ketika pasukan kami mengambil bagian dalam satu serangan gerilya yang menewaskan 8 tentara Israel di daerah Hayyu Tuffah beberapa hari lalu, kami mengintip mereka dari jarak 700 m sambil bergerak ke arah mereka, setelah jarak menjadi semakin dekat kurang dari 1 meter kami menghujani mereka dengan peluru dan bom RPG secara mendadak.
Ketika itu aku melihat salah seorang dari mereka melompat dan melarikan diri sambil menjerit: "Tuhan, Tuhan, mama, mama!"
Setelah selesai misi tersebut kami segera meninggalkan tempat tersebut mengikuti arahan komandan.
***
Ini adalah sebagian cerita para pejuang yang bertempur di barisan depan peetempuraan, dan sehingga kini statistik di dalam catatan kami ada sebanyak 91 tentara penjajah Isarel yang berhasil dibunuh di dalam pertempuran di pinggir Gaza, walaupun Yahudi hanya mengakui separuh jumlah darinya. Itu tidak termasuk tentara dan pasukan mereka yang terkena bom oleh para pejuang (karena tidak dipastikan sama ada terkorban atau cedera).
Doakan kemenangan para pejuang Palestina
Gaza 2:27 PM
Perang Hari ke-22
Sumber: (iaanews/aman palestin)


jarak kurang dari 1 meter pakai peluru dan RPG? gak salah nerjemahin tuh?
BalasHapus