Namun, kelompok Hamas menolak perpanjangan, dan menembakkan mortir ke Israel setelah awal 12 jam gencatan senjata berakhir pada hari Sabtu, ungkap AFP.
Seorang juru bicara militer Zionis mengatakan kepada kantor berita AFP, tiga mortir ditembakkan ke Israel dari Gaza, tapi tidak korban atau kerusakan. “Rockets baru saja ditembakkan ke Israel, meskipun gencatan senjata kemanusiaan diperpanjang," tulis mantan juru bicara militer Avital Leibovich melalui akun Twitternya, tak lama setelah pukul 17:00 GMT, ketika gencatan senjata akan berakhir.
Menteri luar negera-negarfa Barat bertemu di Paris berusaha memperluas gencatan senjata yang berlangsung selama 12 jam antara Hamas dan Zionis-Israel.
"Semuanya memanggil kepada para pihak yang terlibat dalam konflik untuk memperpanjang gencatan senjata yang saat ini sedang berjalan," kata Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius kepada wartawan, tak lama usai pertemuan, di mana para menteri luar negeri dari Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Qatar, Turki dan Amerika Serikat melangsugnkan pertemuan.
"Kita semua ingin secepat mungkin, negosiasi gencatan senjata bisa bertahan lama, dan merespon kebutuhan keamanan Israel dan kebutuhan Palestina dalam hal pengembangan sosial-ekonomi Gaza,] dan membuka blokade terhadap wilayah Gaza, "tambah Fabius.
Para menteri, bersama dengan diplomat senior Uni Eropa Pierre Vimont, bertemu pada hari yang sama bahwa Israel mulai melaksanakan gencatan senjata, selama 12 jam , dan mengatakan akan mencari terowongan yang digunakan oleh Hamas. Hamas, yang menguasai Gaza, mengatakan semua faksi Palestina akan mematuhi gencatan senjata.
Menteri Luar Negeri AS John Kerry memelopori upaya internasional mengakhiri serangan Zionis-Israel yang berlansung selama 19 hari, dan mengakibatkan lebih 1045 yang tewas warga Gaza, sebagian besar warga sipil, telah tewas.
Amerika Serikat menolak komunikasi dengan Hamas, karena menganggap Hamas sebagai kelompok teroris.
"Kebutuhan sekarang adalah menghentikan pembantaian ," kata Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond kepada wartawan.
"Dan kita menghentikan hilangnya nyawa dengan gencatan senjata berlangsung selama 12 jam, 24 jam atau 48 jam - dan kemudian sampai kami menetapkan tingkat kepercayaan yang memungkinkan para pihak terlibat konflik duduk putaran meja perundingan, dan berbicara tentang substantif masalah”, tegasnya.
Zionis-Israel Warga Gaza Kembali ke Rumah
Sementara itu, tentara Israel meminta Palestina memiminta warga Gaza mengosongkan rumah mereka "menahan diri untuk tidak kembali."
"Warga sipil Gaza diminta mengosongkan dari tempat tinggal mereka, dan tidak kembali", kata juru bicara militer Zionis-Israeldalam sebuah pernyataan.
"IDF (Pasukan Pertahanan Israel) akan menyerang jika Hamas memilih memanfaatkan waktu gencatan senjata ini menyerang personil IDF atau menyerang warga sipil Israel," kata pernyataan itu.
"Selama ini, kegiatan operasional mencari dan menetralisir terowongan di Jalur Gaza akan terus berlanjut," tambahnya. Pada hari Jumat, dua tentara Israel dilaporkan tewas dalam pertempuran di Gaza, dan jumlah kematian militer sejak awal operasi darat di sana untuk 37. Ini angka tertinggi sejak Zionis-Israel melakukan agresi militer ke Gaza.
Kejahatan Zionis-Israel sangat luar biasa, barbar, dan melakukan pembantaian warga sipil dengan melaukan serangan udara, darat, dan laut. Kekejaman Zionis-Israel ini didukung oleh para pemimpin Arab dan Barat, dan membiarkan kekejaman terus berlangsung. Gencatan senjata yang hanya 12 jam itu, hanyalah ingin menunda kekalahan Zionis. Wallahu'alam.
Posting Komentar