Assalamu'alaikum...

Presiden Bulgaria Gelar Acara ‘Bukber’ Untuk Pertama Kalinya

bulgaristan iftar Untuk Pertama Kalinya Presiden Bulgaria Gelar Acara Bukber
PRESIDEN Bulgaria, Rosen Plevneliev telah membuat langkah penting di negara bekas komunis itu dengan menjadi presiden pertama yang menggelar acara buka puasa bersama bagi kaum Muslimin Bulgaria selama bulan suci Ramadhan.
Acara buka puasa bersama itu digelar di kediaman presiden di Boyana dan langkah ini menandai perubahan sikap negara terhadap 1,5 juta Muslim Bulgaria selama 25 tahun setelah rezim komunis runtuh pada tahun 1989.
Pada acara buka puasa itu, Presiden Plevneliev memuji komunitas Muslim untuk doa-doa mereka dan membuka hati mereka untuk saling bekerja sama dengan Gereja Ortodoks selama krisis banjir yang baru-baru ini melanda Bulgaria. Presiden juga berterima kasih kepada umat Islam untuk bantuan mereka setelah banjir berlalu.
Mufti besar Bulgaria Haji Alis juga mengatakan saling kerjasama dalam menangani banjir merupakan contoh kerukunan lintas budaya dan agama di Bulgaria. “Terlepas dari agama dan bahasa mereka, nenek moyang kita hidup di tanah yang sama dan minum air yang sama. Seperti ini, hubungan bertetangga dan kesatuan yang telah dilestarikan sampai hari ini,” ujarnya.
Mufti juga mengungkapkan kesedihannya atas penindasan agama selama era komunis, tetapi juga memuji kebebasan beragama yang terjadi setelah jatuhnya komunisme. Dia juga meminta tempat yang lebih besar untuk beribadah Muslim di ibukota Sofia, karena masjid satu-satunya di kota itu sudah tidak mampu lagi menampung jamaah.
Penduduk Islam Bulgaria terdiri dari Turki, Islam Bulgaria, Pomak, Roma, dan Tatar Crimea berkumpul di kawasan timur laut Bulgaria dan di Pergunungan Rhodope. Menurut data pada 2001, jumlah orang Islam adalah 966,978 orang dan ini mewakili 12.2% dari populasinya. Berdasarkan kumpulan etnik, orang Islam Bulgaria boleh dipecahkan seperti berikut:
  1. Turki – 713,000;
  2. Orang Bulgaria – 131,000;
  3. Roma – 103,000;
  4. Lainnya – 20,000;
Latar Belakang
Kebanyakan orang Islam di Bulgaria mengikuti ajaran Sunnah Waljamaah. Sunnah Waljamaah telah diperkenalkan oleh kerajaan Ottaman Turki sewaktu pemerintahan selama lima abad di Bulgaria.
Pada tahun 1987, Bulgaria sudah memiliki 1,267 buah masjid yang diurus oleh 533 orang imam. Masyarakat Islam diketuai oleh seorang Mufti dan pengamal undang-undang Islam. Mereka semua bertugas selama lima tahun. Masjid terbesar di Bulgaria adalah Masjid Tumbul yang terletak di Shumen. Masjid ini didirikan pada 1744.
Orang Islam di Bulgaria mengalami penindasan agama semasa tahun-tahun pemerintahan rejim Todor Zhivkov. Itu karena secara tradisi, gereja Ortodoks masih mengangap mereka sebagai orang asing, meskipun mereka sebenarnya adalah etnik Bulgaria. Rejim komunis Bulgaria juga mengumumkan kepercayaan Islam berlawanan dengan kepercayaan komunis dan rakyat Bulgaria secara umum. Hal ini menjadi alasan kuat untuk menindas kaum Muslimin.
Seperti penganut agama-agama lain, penduduk Islam di Bulgaria telah menikmati kebebasan beragama setelah kejatuhan rejim Zhivkov pada 1989. Masjid-masjid baru didirikan di banyak kota dan desa, Beberapa daerah bisa menggelar daurah pengajian Al-Qur’an untuk orang-orang muda. Sebelumnya, pengajian Al-Qur’an dilarang sama sekali semasa pemerintahan rejim Zhivkov. Orang Islam juga mula menerbitkan surat kabar sendiri yaituMusulmani dalam bahasa Bulgaria dan Turki.
[fq/islampos/worldbulletin]
Share this post :

Posting Komentar

Postingan Populer

Arsip Blog

Total Tayangan Halaman

 
Support : dzulAceh | DownloadRPP | Abiba Smart
Copyright © 2023. Hanya Guru Biasa - All Rights Reserved
Template by Cara Gampang Modified by Guru Biasa
Proudly powered by Blogger